Selasa, 15 Januari 2019

392 . MENJAGA LISAN CIRI KEIMANAN


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  sungguh banyak terjadi di masyarakat orang yang hidupnya sederhana  tapi temannya banyak sekali . 

Adalagi orang yang kaya raya tapi hidupnya miskin teman , artinya tidak punya  banyak teman .

Sampai ada suatu peristiwa pangkat Kolonel  [ maaf tidak saya sebutkan nama ] fulan, dia hidupnya kaya anak-anaknya  pada jadi semua .

Tapi saat dia meninggal , kasihan sekali dia . Sungguh tidak ada seorangpun tetangga yang ta’ziyah kepadanya .

Sampai saat diusung dari rumahnya ke mobil jenazah, hanya anak menantunya sendiri yang mengangkatnya , para tetangga tidak ada yang menghantarkan ke kuburnya . Naudzubillaahi mindzaalik . 
 
Ini suatu contoh yang buruk . Hal itu mungkin saat dia masih hidup kurang baik dengan tetangganya , tidak ada rasa  peduli terhadap tetangganya. Memang para tetangga di sekitarnya mayoritas hidupnya miskin .

Atau bisa jadi keburukannya itu akibat lisannya, atau sikap dan prilakunya. Namun fakta membuktikan seperti itu . 

Pantaslah Rasulullah saw menasihati kita dengan suara lantang hati – hatilah kalian dengan ini [ sambil beliau  menunjukkan jari telunjuknya pada lidah tiga kali ] .

Nampaknya sepele namun bisa mendatangkan dosa yang amat besar .
Rasulullah Saw. bersabda, 


“Muslim yang sejati adalah muslim yang selamat orang muslim lainnya

dari lisan dan tangannya..” 


(HR. Bukhori dan Muslim)

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Minggu, 13 Januari 2019

391 . LIDAH TAK BERTULANG


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku walau lidah tak bertulang hendaknya saat akan berbicara pikirkan dulu , kenapa ?

Jangan sampai kata – kata yang keluar dari kedua bibir kita bias menyinggung dan menyakiti hati orang lain . 

Sebaiknya sbelum berbicara itu kembalikan ke diri kita duu bila hal tersebut kita terima dari orag lan , apakah kita merasa naman atakukah tidak . Bla merasa nyaman maka keluarkan atau ungkapkan , tapi bila tidak nyaman maka sebaiknya jangan diteruskan .

Ingat kata – kata yang sudah keluar melalui kedua bibir tidak bisa ditarik kembali .

Wahai saudaraku, marilah kita lebih berhati-hati dalam menjaga lisan. Karena orang yang tidak bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan menjadi sumber masalah.

Sedangkan orang yang bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan selamat dan dia pun menjadi jalan keselamatan bagi orang lain.

Kualitas atau tolok ukur seseorang salah adalah lisannya. Karena dengan ucapan atau kata kata yang dikeuarkan bisa diketaui ilmu kita sudah setinggi apa, akhlak kita sudah sebaik apa, wawasan kita sudah seluas apa .

Kita sudah melihat saat ini hiruk pikuk yang sedang terjadi di Indonesia adalah disebabkan lisan yang tidak terjaga.

Termasuk juga tulisan, karena tulisan adalah salah satu ekspresi dari lisan. Lisan dan tulisan nyaris sama dalam hal fungsi dan efek yang ditimbulkannya  .

Jika tidak dijaga, tidak dipelihara, tidak dipikirkan dulu, asal ceplas ceplos saja, maka bisa menimbulkan hal yang tidak baik.

Tidak setiap yang ingin dibicarakan perlu dibicarakan, tidak setiap yang ingin dikatakan, perlu dikatakan.

Ucapan itu seperti anak panah yang direntangkan pada busurnya. Sebelum dilepaskan maka tahan dulu, sebelum diucapkan maka pikirkan dulu.

Sebelum dilepaskan maka bidik dulu, sebelum dikatakan maka pastikan dulu supaya ucapan kita tepat sasaran, yaitu ucapan kita diridhoi Allah Swt.
 
Setiap mau mengatakan sesuatu, pikirkanlah dahulu apakah perkataan ini penting?
Jika penting, apakah perlu untuk disampaikan? Apa manfaatnya  . 

Karena ada kalanya perkataan yang benar tapi tidak manfaat disebabkan waktu yang tidak tepat atau situasi yang tidak pas.

Wahai saudaraku, ciri orang beriman adalah senantiasa memelihara lisannya. 

Semoga kita termasuk orang yang semakin terampil mengelola lisan kita agar terhindar dari ucapan yang mengandung dosa, menyakiti orang lain atau tiada berguna. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

390 . DZIKIR GERBANG PERTOLONGAN ALLAH


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku bila kita hidup hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri , menandakan  kita orang sombong .

Bila hidup hana mengandalkan pengetahuan kita sendiri , ini menandakan kita adalah orang yang takabur .

Bila hidup hanya bersandar pada gelar yang dimiliki , itu tandanya kita hana mengedapankan ego kita sendiri .

Semua itulah yang menjadikan hidup kita tetap susah , perbuatan kita sia - sia, amal kita rusak .  Mengapa dikatakan demikian ?  karena kita sudah tidak mengenal Allah lagi. Hidup kita sudah jauh dengan Allah . Jalan yang ditempuh oleh kita sudah sesat .

Ingat bahwa segala s esuatu yang terjadai ada diri kita itu adalah atas kasih sayang Allah, pemberian Allan dan bantuan Allah swt .
 
Untuk itu bila hidup ingin terasa ringan maka bersandarlah kepada Allah [ Allaahush shomad ].

Hidup akan terasa berat manakala kita tidak mendapat pertolongan Allah Swt. Kalau Allah menolong kita, maka hidup akan terasa ringan dan mudah. 

Sedangkan kalau Allah tidak menolong kita, makasesederhana apapun kejadian dalam hidup ini maka akan terasa berat dan besar. 

Karena sesungguhnya “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah”, makhluk itu tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan Allah Swt.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

389 . BERTAMBAH KARENA BERSYUKUR .


Assalamu’alaikum warahmatullahi wbarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kuasa atas segala urusan, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqomah dalam ketaatan.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. Berfirman yaitu ,

“ La in syakartum la aziidan nakum wa lain kafartum inna adzaabi a syadiid “

Yang artinya adalah ,

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.”

(QS. Ibrohim [14]: 7)

Hampir semua orang mengharapkan rezekinya bertambah banyak, karirnya bertambah naik, kedudukannya bertambah tinggi, popularitasnya bertambah luas dan lain sebagainya. 

Sehingga mereka pontang-panting bekerja keras, kepala kaki dan kaki jadi kepala, malah ada yang menyerobot jalan, mengambil jalan pintas tanpa mempertimbangkan halal atau haram yang penting keinginannya tercapai.

Wahai Saudaraku, padahal pengundang bertambahnya karunia Alloh Swt. adalah syukur. Karunia Alloh Swt. akan bertambah untuk kita dengan jalan memperbanyak syukur, bukan memperbanyak keinginan. 

Tentu boleh kita punya keinginan, tapi keinginan itu tidak boleh membuat kita kufur nikmat. 

Karena tidak sedikit orang yang hanya ingat pada keinginan-keinginan yang belum tercapai padahal sudah banyak kebutuhannya yang Alloh cukupkan, bahkan sudah banyak juga keinginannya yang Alloh mudahkan.

Jangan sampai kita ingin sepatu baru, tapi sepatu lama kita ejek dan sama sekali tidak kita rawat. 

Jangan sampai kita ingin punya tempat tinggal baru, tapi tempat tinggal lama tidak kita pelihara. 

Padahal Alloh Maha Melihat kesungguhan hamba-Nya . Semakin seorang hamba bersyukur atas apa yang Alloh karuniakan kepadanya, semakin Alloh akan mempercayainya dengan berbagai karunia lainnya . 

Karena sesungguhnya tidaklah Alloh menetapkan sesuatu kecuali dalam keadaan terukur dan Alloh Maha Mengetahui kadar kemampuan hamba-Nya.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang ahli syukur, sehingga segala karunia yang Alloh berikan kepada kita menjadi jalan untuk semakin dekat dengan-Nya.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Kamis, 10 Januari 2019

388 . ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Rasulullah saw bersabda ,

“Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan,
sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.”

(HR. Al Hakim 2/51, shahih).

Wahai saudaraku melalui Hadist ini Rasulullah saw berpesan kepada kita semua agar banyak – banyaklah berbuat kebaikan .  

Bila hal itu dilakukan maka akan menimbulkan ketenangan di dalam hati . 

Sebaliknya bila kita banyak berbuat keburukan maka kemanapun kita pergi, dan dimanapun kita berada akan banyak musuh, akan menimbulkan banyak masalah , akan meresahkan orang – orang yang ada di sekitarnya .

Wahai saudaraku kebaikan adalah ciri akhlak mulia . Jadi bila kita senantiasa berbuat baik artinya kita sedang berusaha menjadi manusia yang berakhlak mulia . 

Sebaliknya bila perbuatan kita buruk, maka akan nampaklah akhlak kita yang buruk  . 

Oleh karena itu baik dan buruknya akhlak seseorang itu terletak pada akhlaknya . Hal ini akan jelas Nampak dari lisannya , sikap dan prilakunya .

Disebutkan dalam hadits lain, dari Nawas bin Sam’an,
Nabi saw bersabda,

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa)
adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan,
tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.”

(HR. Muslim no. 2553).

An Nawawi rahimahullah menjelaskan,

“Dosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa.
Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.”

(Syarh Muslim, 16/111)

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...