Minggu, 30 September 2018

278 . AMAL APAKAH YANG BISA DITERIMA OLEH ALLAH ?


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillahirrahmaanirrahiim.

Bersungguh-sungguhlah di dalam beramal , agar suatu saat akan bisa merasakan kemanisan amal tersebut sebelum dikerjakan . 

Dan  bila ikhlas di dalam melaksanakan amal maka akan menyenangkan pelakunya , tak ada rasa capek, tak ada rasa lelah , padahal secara pandangan mata hal itu sungguh melelahkan   .  

Sifat-safat amal yang demikianlah yang akan diterima Allah swt .  

Contoh ada seseorang telah melatih diri melakukan shalat malam selama  2 tahun , bila dia tidak melaksanakan sekali saja maka akan terasa kehilangan sesuatu dari dirinya . 

Ada lagi ada seseorang yang telah melaksanakan shalat Dhuha sejak usia 14 th sampai sekarang dia sudah berusia 34 th. 

Menurut dia bila tidak melaksanakan shalat Dhuha sekali saja, maka esoknya langsung sakit. Diperiksa ke dokter gak ada penyakitnya. Artinya ada salah satu kenikmatan yang hilang dari dirinya . 

Ada lagi seseorang yang telah membaca Al Qur’an selama 30th . Dan saat membaca ayat-ayat Allah, dirinya merasa sepeperti di ruang AC padahal rumahnya tidak ber AC.

Dadanya terasa lapang. Untuk urusan dunia dia nggak ngoyo banget seperti yang lain. Dari kedua bibirnya belum pernah ada keluhan itu dan ini . 

Bila dilihat keadaannya  sangat miskin , tapi kehidupannya tentrem banget . 

Semua contoh tadi adalah sebagai ntanda-tanda amalnya diterima Allah swt. 

Di dunia saja mereka telah merasakan kenikmatannya , kemanisannya , apalagi kelak di akhirat. 

Namun janganlah menjadi  berbangga diri, karena sudah banyak beramal baik, baca qur’an, puasa, zakat lalu meyakini diri bahwa amalnya diterima Allah swt . 

Sebaliknya anda tetap istiqomah ,  jangan berputus asa dari rahmat Allah. Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, karena Dia tak pernah menzalimi hambaNya sedikitpun . 

Dan berharaplah agar apa yang dilakukan anda itu akan mendapatkan ridoNya . Aaaaaamiin  ….. 

Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Jumat, 28 September 2018

277 . BERJALANLAH DI MUKA BUMI DENGAN RENDAH HATI .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Allah swt berfirman

“ Wa lillaahi yasjudu maa fissamaawaati 
wa maa fil ardhi min daaab batin wal malaaaaikatu 
wahum laa yastakbiruuna “ 

Yang artinya , 

  Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit 
dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para ma]aikat, 
sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri “

QS An Nahl [ 16 ] :  49

Melalui ayat ini Allah memberitahukan kepada kita semua bahwa  semua makhluk Allah termasuk kita harus  bersujud ( merendahkan diri ) di hadapan Allah swt.

Bukan hanya kita yang berendah hati ( bersujud ) termasuk para malaikatpun berbuat sama seperti kita.

Kita dilarang merasa tinggi hati di hadapan siapapun  khususnya di hadapan Allah swt .
Bila kita membutuhkan sesuatu  untuk kehidupan, maka berdo’a lah kepada Allah  swt mintalah agar diberikan kecukupan . Jangan berlebih. 

Mengapa harus demikian ?  Bila anda minta berlebih, apakah anda sanggup mempertanggung jawabkan pemberian Allah di hadapan-Nya  ?

Dan jangan lupa saat berdo’a , janganlah kita mengatur Allah , apalagi memaksanya apa yang diinginkan itu harus dikabulkan. Serahkan saja kepadaNya apa yang terbaik .

Allah swt berfirman yaitu  ,

“ Ud ‘uu rabbakum tadharru’an wa khufyatan “  

Yang artinya , 
“ Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut “  

QS Al A’raf [ 7 ] :  55

Melalui ayat ini Allah swt memberitahukan kepada kita semua yaitu bila butuh sesuatu maka mintalah kepadaNya dengan cara berdo’a.

Namun dengan cara yang sopan artinya jangan mengaturNya apalagi sampai memaksaNya , ajukan saja keinginannya, pasti Allah dengarkan .

Kalau keinginan kita itu menurut Allah baik, maka akan diridoinya , sebaliknya bila buruk , maka akan Allah gantikan dengan yang lain yang lebih baik dari apa yang kita pinta .

Gunakan bahasa dan kata – kata yang sopan serta  halus yang initinya bila kita dimintai sesuatu dengan cara yang seperti kita lakukan enak didengar nggak ?

Allah swt berfirman yaitu ,

  Dan Tuhanmu berfirman: 
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. 
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri 
dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam 
dalam keadaan hina dina".  

QS Al Mukmin / Ghafir [ 40 ] : 60

Tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, namun cara pengabulan doa itu ada yang pengabulannya cepat , ada yang agak lambat , dan ada yang belum juga dikabulkan, bukan berarti tidak dikabulkan .

Allah swt tidak akan mempercepat atau memperlambat pengabulan do’a , akan tetapi akan datang tepat pada waktunya sesuai kehendak Allah, karena Dia lebih tahu daripada kita .

Allah swt berfirman yaitu ,

  Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya “  

QS Saba [ 34 ] : 39 .

Setelah kita berdo’a kepadaNya, lalu berserah dirilah secara total  kepadaNya , biarkanlah Dia yang tentukan apa yang akan diberikan kepada kita , yang terbaik menurut Dia .

Allah swt berfirman yaitu ,

“ Kullul syai in haa likun illaa wajhahu “  

Yang artinya ,  

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah “ . 

QS  Al Qashash  28 : 88 .

Sebaiknya bila berdo’a atau berbuat itu jangan hanya urusan dunia melulu yang dipinta dan dilakukan, akan tetapi juga untuk bekal  akhirat kita juga harus disiapkan sejak dini .

Jadi jangan menyalahkan Allah bila kelak di akhirat kita tidak membawa amal sedikitpun , karena saat di dunia tidak memikirkannya sedikitpun.

Jauh – jauh Allah swt sudah mengingatkan bahwa setiap yang hidup atau bernyawa itu pasti mati . 

Kecuali hanya Allah sendiri, karena Dial ah yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup.

Allah swt berfirman yaitu ,

  Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari 
yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. 
Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna 
terhadap apa yang telah dikerjakannya, 
sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).  

QS Al Baqarah  281 .

Selagi masih hidup , maka berusahalah semampunya agar bisa menjauhkan diri dari siksa dan azabNya.

Azab dan siksa Allah tidak akan ketemu bila kita tidak membuatnya saat kita berada di dunia .

Allah swt tidak membeda-bedakan para hambaNya , semuanya akan dibalas dengan adil , tidak ada yang diuntungkan ataupun dirugikan.

Bagi yang berbuat kebaikan akan dibalas berupa pahala kebaikan . Dan bagi yang berbuat keburukan, maka akan dibapas dengan azab dan siksa dariNya , tidak ada bijaksana itu dan ini .

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semua  . Aaaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

276 . JANGAN MMEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Zaman semakin maju , teknologi semakin canggih , sementara pembinaan moral , etika dan akhlak masih tetapi  methode kuno , akhirnya berjalan pincang .

Akibat  kepincangan ini maka dampaknya adalah akhlak , moral dan etika menjadi rusak . 

Kerusakan ini bukan hanya menimpa para anak, remaja saja sampai orang dewasapun ikut – ikutan menjadi rusak .

Kemaksiatan dan kemunkaran banyak terjadi di sekeliling kita . Shalat banyak yang ditinggalkan , zakat tidak ditunaikan , minuman keras , narkoba, judi semakin tumbuh subur .

Kejahatan , kemaksiatan , kezaliman , perzinaan, perkosaan , pembunuhan , perampokan banyak terjadi tidak hanya di kota-kota besar saja, sampai ke kampong – kampungpun ikut merebak .

Rasulullah saw bersabda , 

“ Barangsiapa diantara kamu sekalian melihat kemunkaran 
maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya, 
jika tidak mampu maka dengan lisannya dan 
jika tidak mampu maka dengan hatinya 
dan itu adalah selemah – lemahnya iman “ .  

HR Muslim .

Semakin kejahatan dan kemungkaran didiamkan, maka akan semakin merajalela.  

Saudara sekandung saja yang seharusnya bisa hidup rukun dan damai, hanya karena harta waris, akhirnya bermusuhan.

Allah swt berfirman di dalam QS Al Anfaal  [ 8 ] : 25 yaitu

“ Wattaquu fitnatan laa tushiibannal ladziina dzalamuu minkum khaash shatan wa’lamuu annallaaha syadiidul ‘iqaab “

Yang artinya , 

  Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang – orang yang zalim saja diantara kamu . 
Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya “  

QS 8 :  25

Wahai saudaraku bila kita bisa mencegah dan mengatasi kemunkaran maka kita dapat menyelamatkan masyarakat dari bencana akibat kemunkaran tersebut.

Selain dari itu kita juga akan mendapatkan pahala dari Allah swt , karena kita telah melakukan salah satu kewajiban kita  (  nahi munkar  ) .

Tugas kita bukan hanya mencegah kemunkaran saja, akan tetapi kita juga diperintahkan untuk mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan  (  amar ma’ruf  ) .

Rasulullah saw bersabda , 

“ Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya yang mana hal itu sedikitpun tidak mengurangi pahala mereka . Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan , maka dia mendapat dosa seperti dosa – dosa orang yang mengikutinya yang mana hal itu sedikitpun tidak mengurangi dosa – dosa mereka  “ . 

HR Mulsim, Abu Dawud , Tirmidzy

Oleh karena itu marilah kita ajak orang lain agar mau berbuat baik . Jangan mengajak mereka untuk berbuat kejahatan atau kemaksiatan atau kezaliman .

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Kamis, 27 September 2018

275 . KEGIATAN RASULULLAH SAW DI RUMAH .

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt .
Ingat takwa itu merupakan benteng  untuk mejauhi perbuatan yang dilarang dan dimurkai oleh Allah swt.

Kitapun hendaknya banyak mengucap rasa syukur kepada Allah atas segala nikmatNya terutama nikmat taufik , hidayah, maunah serta inayahNya , khususnya adalah nikmat Iman dan Islam .

Jangan sampai lupa kita pun harus memperbanyak bersolawat atas junjungan kita nabiyullah Muhammad saw sebagai penghormatan kita kepada beliau .

Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Allah swt dan juga para malaikatNya .

Sungguh mulia sekali Rasulullah saw itu . Beliau tidak pernah marah, Setiap berbicara kata-katanya menyejukkan hati yang mendengarnya .

Saat di rumah apapun yang bisa dikerjakan juga dikerjakannya , jangankan pekerjaan lelaki , pekerjaan wanitapun beliau kerjakan .

Karena bila istrinya sakit , beiau tidak pernah meminta bantuan orang lain untuk memasak , mencuci pakaian , membersihkan rumah. Semuanya dikerjakan oleh beliau sendiri .

Bagi beliau tidak ada pekerjaan kasar ataupun halus , rendah atau tinggi . Semua dikerjakannya dengan baik .
Lalu bagaimana dengan kita ? Pada umumnya kita ingin bekerja itu enak , gajih besar , kerjaan ringan , tidak terlalu memakan tenaga dan fikiran. Apakah seperti itu ?

Ingin dapat kerjaan juga harus milih – milih. Bila pekerjaan itu tidak sesuai dengan pendidikannya maka langsung ditolaknya .

Wahai saudaraku kasar dan halusnya pekerjaan , tinggi dan rendahnya nilai suatu pekerjaan bukan terletak semata – mata pada mata jenis pekerjaannya . Akan tetapi ketulusan mengerjakannya .

Sepanjang pekerjaan itu halal , dan pekerjaan itu dikerjakan dengan tulus maka akan memuliakan pelakunya .

Dari seseorang , dia berkata , “ Aku bertanya kepada Aisyah , “ Apa yang dilakukan Rasulullah saw di dalam rumahnya ?  Aisyah ra menjawab ,  “ Beliau biasa meambal kain , menambal sandal dan jenis lainnya  dilakukannya sendiri  “ .

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Aaaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

274 . MENGENAL SEBAGIAN AKHLAK RASULULLAH SAW.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dari Abu Abdullah Al Jalady , dia berkata , 

“ Aku pernahbertanya kepada Aisyah , 
“ Bagaimana akhlak Rasulullah saw di tengah keluarganya ? “ 
Aisyah menjawab , 
“Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya , 
tidak pernah berkata kotor dan keji , 
tidak pernah berteriak – teriak di pasar , 
tidak membalas keburukan dengan keburukan , 
tetapi beliau memaafkan dan berlapang dada “ .

HR Tirmidzy dan Ahmad .

Seandainya  kita semua bisa mencontoh akhlak Rasulullah saw . Beliau adalah suri tauladan umat manusia di dunia, 

Akhlak beliau adalah akhlak yang sempurna .

Saat berada dalam keluarganya  beliau tetap bersikan sopan dan santun terhadap anak – anaknya dan begitu pula kepada istrinya .

Beliau tidak pernah memerintahkan itu dan ini kepada anak – anaknya, namun beliau mengerjakan sesuatu yang sekiranya dilihat oleh anaknya .

Begitu orang tuanya mengerjakan itu , anaknya tidak diminta langsung menghampirinya dan membantunya. Subhanallah .

Sekarang bagaimanakah di keluarga kita ? Apakah seperti itu ? Bila iya waouw alangkah berbahagianya keluarga anda .

Rasulullah saw bila di rumah tidak banyak bicara , dan bila bicara seperlunya saja . kata – kata yang keluar dari mulutnya selalu bersih , penuh dengan kasih sayang,

 sehingga yang mendengarnya juga tidak merasa diperintah, ditegur, atau tersakiti.

Beliau tidak pernah keluar dari lisannya bahasa binatang. Maaf misalnya  berkata “ Susah sekali kau diaturnya dasar monyet “ . 

Coba renung sejenak dengan kalimat tersebut .

Kalau bicara ke anaknya seperti itu, anaknya dikatakan monyet , lalu orang tuanya apa ? Karena tidak mungkin Orang tuanya manusia kemudian anaknya menjadi monyet .

Hati – hati dengan kata – kata , kartena hal itu bisa menjadi do’a , apalagi bila hal tersebut keluar dari lisan seorang ibu .

Bila lisannya itu dikabulkan oleh Allah bukan berarti anaknya berubah menjadi monyet , akan tetapi akhlaknya persis seperti monyet .

Lihat saja monyet kalau melihat makanan . Kalau yang punya lengah , maka disambarnya makanan tersebut, kemudian dibawa lari.

Monyet bila dikasih makanan langsung masuk ke mulutnya, gap pernah apakah makanan itu beracun atau tidak. Monyet itu ceroboh.

Bila dikasih lagi , mulut masih penuh makanan, maka akan dipegang pake tagan kanannya, bila dikasih lagi, maka akan dipegang lagi dengan tangan kirinya, bila dikasih lagi maka akan dipegangan dengan kakinya , begitulas seterusnya.

Monyet itu tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Dia selalu minta berlebih , bahkan kalau bisa dunia seiisinya itu menjadi miliknya semua . Mudah2an anda tidak berprilaku seperti itu .

Bila Rasulullah memerlukan anak – anak dan istrinya tidak pernah berteriak – teriak, kaya meneriaki malang , Beliau memanggilnya dengan lembut.

Bila Rasulullah disakiti oleh orang lain, beliau tidak pernah marah-marah kepadanya . Beliau bahkan mendoakan agar yang sedang marah itu dilindungi dari perbuatan syaitan .

Bilau tidak marah mungkin karena kebodohannya , atau sudah tahu kalau orang marah itu hatinya sedang dikuaisai oleh syaitan, maka bila dilayani dengan marah lagi artinya sama beliaupun akan berprilaku kaya syaitan.

Itulah mengapa kalau ada orang lain yang memarahi dan mengina beliau, lalu beliau tidak melayaninya, 

namun cukup hanya berdiam diri, tidak keluar sepatah katapun, namun dalam hatinya mendoakan dia agar segera sadar dari perbuatan syaitannya . Subhanallah.

Sekarang bagaimanakah saat kita dihina , dilecehkan difitnah oleh orang lain ? Apakah kita sudah mampu bersikap seperti Rasulullah ?

Semoga saja uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Aaaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Rabu, 26 September 2018

273 . WANITA SAMA DENGAN PRIA


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Wahai saudaraku kedudukan wanita sama seperti pria dalam kewajiban berdakwah kepada Allah dan beramar ma`ruf nahi mungkar.

Firman Allah dalam  Al-qur`an yaitu :

وَالْمُؤْمِنُونَوَالْمُؤْمِنَاتُبَعْضُهُمْأَوْلِيَاءبَعْضٍيَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِ


“Kaum mukminin dan mukminat, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lainnya. Mereka menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar.”

QS  At-Taubah  [ 9 ]  : 71.

Dan firman Allah dalam Al Qur’an yaitu :

كُنتُمْخَيْرَأُمَّةٍأُخْرِجَتْلِلنَّاسِتَأْمُرُونَبِالْمَعْرُوفِوَتَنْهَوْنَعَنِالْمُنكَرِوَتُؤْمِنُونَبِاللّهِ


“ Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan bagi manusia. Kalian menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar
serta kalian beriman kepada Allah.” 

QS Ali Imron  [ 3 ] : 110 .

Hendaknya wanita itu berdakwah kepada Allah dengan adab-adab yang sesuai dengan syari`at yang juga dituntut dari para pria.


Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya . Aaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Senin, 24 September 2018

272 . MENYIKAPI PESAN RASULULLAH SAW


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اعْلَمْ أَنَّ مِنْ أَعْظَمِ نَوَاقِضِ الإِسْلَامِ عَشَرَة:
الأَوَّلُ: الشِّرْكُ فِي عِبَادَةِ اللهِ، وَالدَلِيلُ قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء﴾ وَمِنْهُ الذَّبْحُ لِغَيْرِ اللهِ، كَمَنْ يَذْبَحُ لِلْجِنِّ أَوْ لِلْقَبْرِ.

Ketahuilah bahwa termasuk pembatal keislaman terbesar ada 10 yaitu:

Pertama: 
syirik dalam beribadah kepada-Nya. Dalilnya adalah firman-Nya: 

“Sesungguhnya Allâh tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa di bawahnya bagi siapa yang dikehendaki-Nya?” 

(QS. An-Nisâ [4]: 48)

Di antara syirik adalah menyembelih untuk selain Allâh seperti orang yang menyembelih untuk jin atau orang mati.

الثَّانِي: مَنْ جَعَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ يَدْعُوهُمْ وَيسْأَلُهُمْ الشَّفَاعَةَ، وَيَتَوَكَّلُ عَلَيْهِمْ كَفَرَ إِجْمَاعًا.

Kedua: 
siapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dengan Allâh di mana dia berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dan bertawakkal kepada mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

الثَّالِثُ: مَنْ لَمْ يُكَفِّرِ المُشْرِكِينَ أَوْ شَكَّ فِي كُفْرِهِمْ، أَوْ صَحَّحَ مَذْهَبَهُم،ْ كَفَرَ.

Ketiga: 
siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan keyakinan mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

الرَّابِعُ: مَنْ اعْتَقَدَ أَنَّ غَيْرَ هَدْي النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَم أَكْمَلُ مِنْ هَدْيِهِ وَأَنَّ حُكْمَ غَيْرِهِ أَحْسَنُ مِنْ حُكْمِهِ كَالذِينَ يُفَضِّلُونَ حُكْمَ الطَّوَاغِيتِ عَلَى حُكْمِهِ فَهُوَ كَافِرٌ.

Keempat: 
siapa yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sempurna daripada petunjuk beliau, atau selain hukum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih baik daripada hukum beliau seperti orang-orang yang lebih mendahulukan hukum thaghut daripada hukum beliau, maka dia kafir.

الخَامِسُ: مَنْ أَبْغَضَ شَيْئًا مِمَّا جَاءَ بِهِ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَم - وَلَوْ عَمِلَ بِهِ -، كَفَرَ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ﴾

Kelima: 
siapa membenci apa pun dari apa yang dibawa Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun mengerjakannya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman-Nya: 

“Demikian itu karena mereka membenci apa yang Allâh turunkan sehingga Dia menghapus amal kebaikannya.” 

(QS. Muhammad [47]: 9)

السَّادِسُ: مَنِ اسْتَهْزَأَ بِشَيْءٍ مِنْ دِينِ اللهِ، أَوْ ثَوَابِهِ، أَوْ عِقَابِهِ، كَفَرَ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ * لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ﴾

Keenam: 
siapa yang mengolok-olok apa pun dari agama Allâh, atau pahala-Nya, atau siksa-Nya adalah kafir. Dalilnya adalah firman-Nya: 

“Katakanlah: apakah terhadap Allâh, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian mengolok-ngolok. Tidak perlu meminta maaf karena sungguh kalian telah kafir setelah kalian beriman.” 

(QS. At-Taubah [9]: 65-66)

السَّابِعُ: السِّحْرُ - وَمِنْهُ: الصَّرْفُ وَالعَطْفُ-، فَمَنْ فَعَلَهُ أَوْ رَضِيَ بِهِ كَفَرَ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ﴾

Ketujuh: 
sihir misalnya sharf dan ‘athf. Siapa yang melakukannya atau ridha terhadapnya maka kafir. Dalilnya adalah firman-Nya: 

“Keduanya tidak mengajari seorangpun kecuali mengatakan: kami hanyalah fitnah maka janganlah kamu kafir.” 

(QS. Al-Baqarah [2]: 102)

الثَّامِنُ: مُظَاهَرَةُ المُشْرِكِينَ وَمُعَاوَنَتُهُمْ عَلَى المُسْلِمِينَ وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين﴾

Kedelapan: 
menolong orang-orang musyrik dan membantu mereka dalam melawan kaum muslimin. Dalilnya adalah firman-Nya: 

“Siapa dari kalian yang berloyal kepada mereka maka ia bagian dari mereka. Sesungguhnya Allâh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” 

(QS. Al-Mâ`idah [5]: 51)

التَّاسِعُ: مَنْ اعْتَقَدَ أَنَّ بَعْضَ النَّاسِ يَسَعُهُ الخُرُوجُ عَنْ شَرِيعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَم كَمَا وَسِعَ الخَضِرُ الخُرُوجَ عَنْ شَرِيعَةِ مُوسَى عَلَيهِ السَّلَامُ، فَهُوَ كَافِرٌ.

Kesembilan: 
siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia boleh keluar dari syariat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Khidhir keluar dari syariat Musa ‘alaihissalam, maka ia kafir.

العَاشِرُ: الإِعْرَاضُ عَنْ دِينِ اللهِ تَعَالَى لَا يَتَعَلَّمُـهُ وَلَا يَعْمَـلُ بِهِ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ﴾

Kesepuluh: 
berpaling dari agama Allâh dengan tidak mempelajarinya atau mengamalkannya. Dalilnya firman-Nya: 

“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada seseorang yang dibacakan kepadanya ayat-ayat Rabb-nya lalu dia berpaling darinya. Sesungguhnya Kami akan menghukum orang-orang pendosa.” 

(QS. As-Sajdah [32]: 22)

وَلَا فَرْقَ فِي جَمِيعِ هَذِهِ النَّوَاقِضِ بَيْنَ الهَازِلِ وَالجَادِّ وَالخَائِفِ إِلَّا المُكْرَهِ.

Tidak ada perbedaan dalam pembatal-pembatal ini antara orang yang bercanda, serius, atau takut kecuali orang yang dipaksa.

وَكُلُّهَا مِنْ أَعْظَمِ مَا يَكُونُ خَطَرًا، وَأَكْثَرِ مَا يَكُونُ وُقُوعًا، فَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَحْذَرَهَا وَيَخَافَ مِنْهَا عَلَى نَفْسِهِ. نَعُوذُ بِاللهِ مِنْ مُوجِبَاتِ غَضَبِهِ، وَأَلِيمِ عِقَابِهِ.

Semua pembatal ini termasuk perkara besar yang perlu diwaspadai dan termasuk perkara yang sering terjadi. 

Wajib bagi setiap muslim untuk mewaspadainya dan takut menimpa dirinya. Kita berlindung kepada Allâh dari mendapatkan kemurkaan-Nya dan pedihnya siksa-Nya.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...