Selasa, 05 Maret 2019

436 . SIAPA YANG KITA CINTAI ?


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku mari kita simak firman Allah di dalam QS At Taubah [ 9 ] : 24 yang artinya

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalannya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” 

(QS. At Taubah [9] : 24)

Melalui ayat ini Allah memberitahukan kepada kita semua bahwa siapapun yang lebih mencintai apapun atau siapapun  di dunia ini daripada mencintai Allah swt,maka bersiaplah menunggu azabNya . Artinya kita semua harus mencintai Allah swt lebih dari yang kita miliki .
 
Rasulullah Saw. bersabda, 

“Ada tiga hal yang barangsiapa memiliki tiga hal itu maka ia akan merasakan manisnya keimanan. 

Pertama, Allah dan rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya.

Kedua, tidaklah ia mencintai seseorang kecuali karena Allah  .  

Ketiga, seseorang yang tidak mau kembali ke dalam kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.” 

(HR. Bukhari dan Muslim)

Bila kita mencintai selain dari Allah dan RasulNya maka akan pahit. Tidak akan memperoleh manisnya iman . Indahnya ibadah, nikmatnya dekat dengan Allah swt .

Maksudnya dari yang kedua itu adalah cintailah mereka atau apapun bila Allah dan RasulNya menyukainya, dan bila membencinya, maka bencilah .

Maksud dari yang ketiga adalah jauhilah segala perbuatan dan sikap yang tidak disukai oleh Allah dan RasulNya .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Minggu, 03 Maret 2019

435 . TIGA JALAN MENUJU ALLAH

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  agar hidup kita tenang , maka hanya ada satu jalan yaitu tanamkan keyakinan kepada Allah swt .

Bila kita tidak memiliki keyakian kepada Allah maka hidup kita akan selalu merasa was-was, khawatir, takut, ragu – ragu , resah , gelisah dan sejenisnya .

Untuk memiliki keyakinan kuat kepada Allahjalan yang pertama adalah dengan ilmu. 

Ilmu adalah modal dasar untuk memperoleh keyakinan, timbulnya yakin itu bila ilmu itu diamalkan agar Nampak buktinya . 
 
Ilmu tanpa amal akan sia – sia .  Dan beramal tanpa dengan ilmu maka tidak akan tepat sasaran, akhirnya sia – sia juga .

Penting bagi kita mempelajari ilmu tauhiid, belajar tentang sifat dan asma Allah Swt.  Agar kita lebih mengenal lagi siapakan Allah itu .

Ilmu merupakan pupuk iman, ilmu adalah pemandu amal. Semakin banyak ilmu maka seharusnya semakin bertambah pula keimanannya dan semakin baik pula ketakwaannya .

Orang yang berilmu bila tidak ada iman, maka pasti ilmu itu akan disalahgunakan untuk kezaliman, menipu, bermanipulasi, berdusta dan sejenisnya .

Rasulullah Saw. bersabda, 

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.”

(HR. Muslim)

Kemudian jalan kedua adalah dengan mujahadah dalam bertaubat. Pintu taubat Allah swt selalu terbuka siang dan malam.

Kita boleh memasuk pintu taubat-Nya di siang hari, manatahu malamnya kita telah banyak berbuat dosa.

Kitapun boleh memasuki pintu taubat Allah di malam hari manatahu siangnya kita telah banyak berbuat kesalahan dan dosa.

Semakin kita rajin memohon ampunan, semakin kita giat bertaubat, maka semakin bersih hati kita dari noda-noda dosa.

Taubat yang sungguh-sungguh akan membawa kita kepada kejernihan hati yang membuat kita mudah menerima hidayah, peka terhadap kebenaran, dan dibimbing Allah untuk istiqomah di jalan-Nya, semakin haqqul yaqin kepada Allah Swt.

Jalan ketiga adalah memperbanyak tafakur. Dengan bertafakur, maka kita akan lebih mengenal siapa diri kita yang sesungguhnya . Semakin kenal diri maka akan semakin kita mengenal Allah swt .

Banyak sekali bukti-bukti keagungan Allah di alam semesta ini, bahkan yang menempel dengan diri kita pun tak terhitung banyaknya.

Hanya orang-orang yang mau menafakurinya yang bisa menemukan jati dirinya darimana dan hendak kemana tujuan hidupnya.

Maka, sempatkanlah diri kita untuk menafakuri diri sendiri dan berbagai kejadian dalam hidup ini melalui tahajud, melalui muhasabah diri sehingga hari-hari yang kita lewati menjadi jauh lebih bernilai.

Inilah tiga jalan yang bisa mengantarkan kita kepada keyakinan kokoh kepada Allah Swt.

Orang yang giat menambah ilmu, kemudian rajin bertaubat dengan sungguh-sungguh dan diiringi dengan tafakur, insyaa Allah akan dibimbing Allah menjadi manusia yang sangat dekat dengan-Nya. Senantiasa merasakan kehadiran Allah, senantiasa diperhatikan oleh Allah dalam setiap keadaan. 
 
Inilah orang yang beruntung dalam hidupnya, semoga kita termasuk orang-orang yang yakin kepada Allah Swt. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

434 . YAKINLAH KEPADA JALAN ALLAH

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku, keberuntungan hidup, ketenangan dan kebahagiaan itu berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kita kepada Allah Swt. 
 
Bila tidak berbandung lurus maka kita akan celaka . Di dunia kita bahagia karena banyak harta. Tapi bila yang difikirkan hanya dunia saja tanpa memikirkan untuk kehidupan akhiratnya, maka akan celaka .

Karena pangkal terpenting dalam hidup kita adalah keyakinan kepada Allah. Kalau kita masih mencari kekuatan kepada selain Allah , masih menyandarkan hidup kita pada selain Allah swt, maka kita akan celaka.

Misalnya kita bersandar pada kekayaan kita, bersandar pada jabatan kita, bersandar pada gelar yang telah diraih kepada kita, bersandar pada keturunan kita, maka kita akan celaka .

Orang yang tidak yakin kepada Allah , dikelilingi dengan fasilias semewah apapun
pasti hidupnya tidak tenang dan jauh dari rasa bahagia yang sejati.

Ketenangan yang sejati itu hanya akan bisa diperoleh kelak di akhirat. Ingat kesenangan di dunia ini tidak akan kekal, tapi hanya sesaat , hanya sementara.

Punya harta benda banyak merasa takut kalau – kalau rumahnya didatangi perampok. Itulah yang akan terjadi bila kita bersandar pada harta benda.

Mau disimpan di bank pasti akan banyak pertanyaan, darimana punya uang  sebanyak itu ia kerja apa, istrinya kerja apa  .

Yang dikhawatirkan adalah uangnya itu dapat diperoleh dengan cara menipu atau menggarung atau mencuci uang dan sejenisnya.
 
Dan pada saat mengambil, tidak bisa banyak tapi bertahap , sekali ambil 5 juta . Jadi bilaMau ambil 20 juta , maka harus ambil empat kali tarikan , pasti ada biaya tambahan . 

Itulah aturan zaman sekarang, siapa orangnya mau kerja gratisan. Berbicara saja bila tidak menghasilkan uang, enggan untuk melakukannya .

Pusing  sayang uangnya  malah jadi boros. Itulah bila kita bersandar hidup kita kepada uang .

Jadi pejabat  bila sudah menjelang akhir jabatan pusing takut jabatannya diturunkan. Inginnya tetap duduk disitu , boleh tidak menduduki tempat tersebut tapi bisa pindah ke kedudukan yang lebih tinggi. 

Maka segala cara dilakukan, walaupun harus mengorbankan banyak orang . Itulah bila hidup bersandarkan kepada jabatan .

Mau berdagang takut rugi, takut ada yang nipu. Karena tidak ada kepercayaan kepada Allah swt . 

Akhirnya pada mencari atau mendatangi orang pintar agar bisa menolongnya dengan jalan memberikan mantra – mantra untuk penglaris.  Walaupun misalnya dikabulkan maka berkahnya sudah dicabut oleh Allah swt.

Mau berbisnis takut gagal . mau beli kendaraan takut tabrakan  dll. 

Itulah contoh orang-orang yang tidak percaya  kepada Allah swt.

Semoga saja kita semua tidak termasuk kepada golongan orang – orang yang telah diuraikan di atas, kita masih dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Insya Allah .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

433 . KOREKSI DIRI DAN KAJI DIRI ITU PENTING

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  ketika kita melakukan suatu kemaksiatan maka segeralah sadar dan ingat bahwasanya apapun yang kita lakukan ada dalam pengetahuan AllahSwt. 

Dan tiada satupun keburukan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dan pasti ada perhitungannya di hadapan Allah Swt.

Kita tahu bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah Swt. dan bukan pula syaitan yang selalu membangkang kepada-Nya.

Akantetapi, ini sama sekali bukanlah alasan bagi kita untuk menjadi manusia yang plin-plan, abu-abu, yaitu shalat jalan maksiat pun jalan.

Allah swt memerintahkan kita untuk menjalankan perintahNya itu bukan berarti Allah akan membebani kita, tapi untuk membahagiakan kita.

Juga Allah melarang kita untuk berbuat yang tidak disukai oleh-Bta itu bukan berarti membatasi kehidupan kita, tapi karena Dia saying kepada kita, Dia ingin menyelamatkan kita .

Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang kita sembunyikan di dalam hati kita.
Allah Maha Tahu mana hamba-Nya yang memang khilaf kemudian bertaubat, dan
mana hamba-Nya yang memang munafik.

Saat berbuat maksiat, sikap terbaik adalah segera mengerem diri, segera berhenti, istighfar lalu berpaling meninggalkannya.

Satu langkah kita meninggalkan kemaksiatan, maka seribu langkah pertolongan Allah menghampiri kita.

Satu langkah kita berjalan di jalan taubat, seribu langkah ampunan Allah datang kepada kita.

Tidak ada manfaat sedikitpun dari maksiat yang kita lakukan, yang ada hanyalah dosa dan penyesalan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang jauh dari maksiat dan istiqomah dalam taubat 
.
Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...