Kamis, 20 September 2018

271 . MANFAATKAN SISA-SISA UMUR YANG MASIH ADA.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Manusia yang paling bodoh di dunia adalah mereka yang sibuk mempersiapkan bekal sebanyak mungkin untuk dunianya yang sifatnya hanya sementara .

Sedangkan kehidupan yang asli, yang kekal dilalaikan , disepelekan bahkan dilupakan karena dianggapnya tidak ada. Dianggapnya hanyalah dongengan .

Wahai Saudaraku sekalian janganlah kita terlalu larut dengan urusan dunia kita . Tapi pikirkanlah bekal untuk perjalanan selanjutnya , di persinggahan berikutnya, sebelum sampai tujuan akhir hidup kita yaitu akhirat. 

Ingat kita diberikan hidup oleh Allah swt di dunia ini hanya sekali, dan waktunya sangat terbatas . 

Di dunia ini kita hanya singgah sementara, ibarat bertamu , jadi ada batasnya .

Bila batas waktu telah habis maka siap tidak siap , mau tidak mau, suka tidak suka , maka kita harus menerimanya dengan ikhlas.

Sebelum kita ke persinggahan berikutnya yaitu di alam kubur, maka alangkah baiknya dari sejak saat ini kita persiapkan segala sesuatunya dengan baik , agar kelak di tempat itu tidak sengsara .

Di dunia kita masih bisa berusaha untuk memperbaiki, tapi di alam kubur sudah tidak bisa lagi .
Mari kita simak firman Allah swt berikut ini yaitu ,

“ Qul innal mautalladzii tafirruuna minhu fainnahu mulaaqiikum tsumma turadduuna ilaa ‘aalimil ghaibi wasy syahaadati fayunab biukum bimaa kuntum ta’maluun “ 

Yang artinya , 

“  Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". 

QS 62  :  8 

Wahai saudaraku melalui ayat ini Allah memberitahukan kepada kita semua bahwa kematian itu akan tiba pada semua makhluk yang bernyawa .

 Dan setelah mati , maka akan diceritakan semua kepadanya apa yang pernah dilakukan ketika masih hidup di dunia.

Jika selama di dunia yang dilakukannya baik maka akan mendapatkan balasan kebaikan yaitu kenikmatan surga ( nikmat kubur ) .

 Sebaliknya bila yang dilakukannya itu buruk maka akan mendapatkan balasan yang buruk yaitu neraka ( siksa dan azab kubur ). 

Wahai saudaraku alangkah lebih baiknya sebelum kematian datang kita perbanyak amal kebajikan, amal saleh dan ibadah lainnya yang sekiranya akan mendatangkan pahala.

Lalu perbuatan apakah yang sebaiknya kita lakukan. Mari kita simak sabda rasulullah saw  berikut ini ,

“ Pada malam Mi’raj aku melihat laut yang dalam dan luasnya tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah , 

di tepinya ada malaikat yang mempunya 70.000 sayap.

Bila ada hamba Allah yang membaca SUBHANALLAH  

maka malaikat itu bergerak-gerak dari tempatnya . 

Dan bila ada yang membaca WALHAMDULILLAH , 

maka malaikat itu membuka semua sayapnya .

Dan bila ada yang membaca Wallahu akbar , 

MAKA MALAIKAT ITU TERBANG.

Dan bila ada orang yang membaca WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM , 

maka malaikat itu keluar dari laun dang mengkibas – kibaskan sayapnya , kemudian meneteskan air dari setiap sayapnya 70.000 tetesan air.

Maka Allah menciptakan setiap tetesan air itu menjadi malaikat, semua malaikat itu bertasbih , bertahlil , dan beristighfat untuk orang – orag yang membacanya hingga hari kiamat “  .

Al Hadist . 

Subhaallah . 

Wahai saudaraku kesimpulan dari Hadist ini adalah dari Hadist ini bisa kita baca sebagai bekal untuk kehidupan kita kelak di akhirat .

Bayangkan berapa tetesan air dari semua sayapnya malaikat , sungguh tak terhitung banyaknya. Yang jelas Allah akan membalas setiap kebaikan kita walau hanya sebesar zarah .

Oleh karena itu selagi kita masih diberi hidup, masih ada sisa-sisa umur kita, marilah kita amalkan bacaan tersebut.

Semoga saja perbuatan kita itu mendapatkan rido Allah . Aaaaamiin .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

270 . PANDAI - PANDAILAH BERSYUKUR

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Didalam kehidupan ini sering yang kita dengar itu manusia banyak mengeluh, susah itu lah ini lah, pusing lah, marah , jengkel dsb .

Bahkan tidak jarang mereka mengucapkan kata – kata yang tidak senonoh karena apa yang diinginkannya tidak tercapai .

Karena doa yang dipanjatkan belum juga dikabulkan, karena merasa hidupya semakin lama semakin susah  dll . 

Jarang sekali yang mengucapkan rasa syukur atas apa yang didapat. 

Padahal seandainya kita mau bersyukur kepada Allah dengan ikhlas, niscaya akan bertambah apa yang disyukuri tersebut. 

Sebaliknya apabila kita tidak bersyukur , bahkan menjadi kufur , maka kelak akan mendapatkan siksa yang pedih .  

Allah swt berfirman yaitu 

“ La in syakartum la aziidan nakum wala in kafartum inna adzaabii lasyadiid “  

Yang artinya , 

“ Seandainya kalian mau bersyukur ( kepada Allah ) niscaya akan kami tambah ( rizqinya ) dan seandainya kalian kufur ( tidak mau bersyukur ) sungguh siksaKU pasti amat pedih “  

Dan Allah berfirman yaitu , 

“ Wa in ta’udduu ni’matallaahi laa tuhshuuha “  

Yang artinya 

“  Dan apabila kalian menghitung – hitung nikmat Allah , pasti kalian tidak akan bisa menentuka jumlahnya “  

QS An Nahl 18 . 

Allah swt memberitahukan melalui kedua ayat tersebut adalah kita semua diingatkan tentang nikmat Allah yang tidak bisa kita hitung karena banyaknya. 

Jadi jangan melihatnya hanya kepada diri saja. Coba renung sejenak saat kita lahir , apa yang kita bawa ? Tidak membawa apapun kecuali hanya tangisan yang keras. 

Sekarang lihat sekeliling kita apa yang telah dimiliki, anak, istri, rumah, kendaraan dan fasilitas lainnya walaupun keadaan kehidupannya susah. 

Lalu apakah mata bisa melihat, telinga bisa mendengar , tangan bisa berbuat, mulut bisa bicara, lidah bisa merasa, kaki bisa melangkah, 

akal bisa berfikir, hati bisa membeda-bedakan mana baik mana buruk dsb apakah itu bukan nikmat, apakah itu bukan rezeki. Sungguh semuanya itu nikmat2 Allah rezeki dari Allah . 

Coba tengok tetangga kita ada yang punya mata namun tidak bisa melihat , ada yang tidak punya kaki , ada yang tangannya cacat dsb . 

Rasulullah saw bersabda , 

“ Sebaik – baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya , 
dan sejahat – jahatnya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amal perbuatannya “  

H.R Ahmad  

Oleh karena itu wahai saudaraku marilah kita menanam banyak amal kebaikan, amal saleh yang Allah ridoi selagi kita masih diberi hidup. 

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. 

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Selasa, 18 September 2018

269 . ANTARA AMANAT DAN TANGGUNG JAWAB .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku jadilah seorang dermawan , jangan menjadi orang yang kikir.  

Berkasih sayanglah terhadap sesama manusia , jangan saling menzalimi . 

Binalah persatuan dan kesatuan , jangan saling berpecah belah .  

Janganlah merasa istimewa dengan golongannya atau kelompoknya masing – masing . Tapi jadikan perbedaan itu suatu keindahan  untuk menuju Allah .  

Janganlah merasa benar sendiri , karena kebenaran hanya milik Allah . Janganlah menyalahkan orang lain apalagi sampai menghakimi . 

Siapa tahu orang tersebut salah dimata anda tapi justru mulia di mata Allah . 

Janganlah sombong dengan apa yang telah anda milik. Tapi berendah hatilah anda, karena semua itu adalah bantuan dan pemberianNya . 

Ajaklah orang lain untuk berbuat kebaikan , jangan hanya pandai menyalahkan. 

Berikan contoh suri tauladan terhadap mereka. Jangan sampai ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka. 

“ Si fulan itu hanya pandai bicara, menceramahi orang lain saja, sementara dirinya tidak berbuat apapun “

Bila anda diberi kedudukan oleh Allah, maka manfaatkan untuk membahagiakan orang –orang yang dibawan anda, jangan hanya untuk diri dan kelompoknya saja .

Bila anda diberi ilmu oleh Allah , maka ajarkanlah kepada orang lain agar orang lain bisa ikut menikmati hasil karya anda. .

Bila anda diberi harta benda , maka dermakanlah sebagian terhadap orang lain yang sangat membutuhkan .

“  Wa maa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhu “   

Yang artinya  adalah  ,

“  Apa saja yang kamu nafkahkan , maka Allah akan menggantikannya dan  Dialah pemberi rizki yang sebaik – baiknya  Allah menambah kemuliaan terhadap hamba yang memaafkan dan seorang yang tawadhu ( merendahkan diri ) karena Allah niscaya Allah meninggikannya “  

QS Saba : 39

Rasulullah saw bersabda, 

“ Orang  yang bermurah hati dekat dengan Allah , 
dekat kepada manusia dan dekat kepada surga  . 
Sedangkan orang yang kikir , jauh dari Allah , 
jauh dari manusia , pun jauh dari surga , dan dekat  kepada neraka .  
Orang jahil / bodoh yang bersifat pemurah , 
lebih disukai Allah daripada ahli ibadah tapi kikir “  

HR Tirmidzy

Wahai saudaraku jadilah orang yang murah hati dan rendah hati agar disukai Allah
Jangan menjadi orang yang kikir dan jahil karena perbuatan ini dibenci Allah .

Barangsiapa yang disukai oleh Allah , maka akan disukai oleh manusia . Dan barangsiapa yang dibenci oleh Allah, maka akan dibenci oleh manusia . 

Telah banyak contoh di dunia ini orang yang memiliki sifat rendah hati dan murah hati . 

Telah banyak pula bukti hikmah daripada sedekah . Namun saying karena hidayah Allah belum juga datang sementara hati masih tertutup , 

maka sangat sulit rahmat Allah masuk ke dalam hati dan jiwanya . Astaghfirullah .

Ada bebarapa hal yangperlu diperhatikan khusus untuk mereka yang suka menjadi dermawan agar amalnya sempurna yaitu 

 1. Barangsiapa orang yang berderma kepada golongan fakir miskin maka  Allah akan membalas sepuluh kali lipat  ;


2. Barangsiapa yang berderma kepada sanak family , maka Allah akan membalas sepuluh kali lipat  ;

3. Barangsiapa yang berderma kepada teman atau handai taulan maka Allah akan membalas seratus kali lipat  ;

4. Barangsiapa yang berderma kepada pelajar atau orang yang menuntut ilmu apakah ilmu dunia terutama ilmu agama maka Allah akan membalasnya tujuh ribu kali lipat.

Wahai saudaraku  berderma untuk pembangunan yang menuju kemaslahatan umatpun merupakan amal yang mulia

Semoga kita semua bisa menjadi orang yang rendah hati dan juga suka berderma Karena Allah dan hanya untuk Allah dengan mengikuti tuntunan rasulnya . Aaaamiin

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. In shaa Allaah . Aaaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

268. SIKAP SEORANG PEMIMPIN YANG BENAR.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku setiap orang pasti ingin menjadi pemimpin, padahan sesungguhnya menurut Allah setiap orang itu adalah pemimpin [ khalifah ].

Setiap pemimpin itu harus mampu memimpin dirinya sendiri, lalu keluarga, para tetangga di sekitarnya, dan terkahir mempimimpin masyarakat luas.

Namun di dalam kenyataannya, tidak semua orang mampu memimpin dengan baik dan benar, kecuali mereka yang telah mendapatkan hidayah dari Allah swt.

Setiap pemimpin pasti punya wilayah dan kekuasaan .  Tergantuang jabatan apa yang dipegangnya  .

Seorang pemimpin di tingkat manapun harus bertanggung jawab terhadap daerah ( wilayah ) kekuasaannya.

Pemimpin wajib menegakkan keadilan , mengembalikan hak bagi pemiliknya , menghormati kemerdekaan rakyatnya , 

mau bermusyawarah dengan rakyatnya dalam berbagai persoalan hidup , menghormati pendapat rakyatnya , 

mendengarkan nasihat rakyatnya , rela menerima kritikan rakyatnya  demi kemajuan roda pemerintahan , 

senantiasa berusaha memakmurkan rakyatnya  , mengusahakan lapangan kerja bagi rakyatnya agar tidak terjadi pengangguran  , 

membuat jalan dan meningkatkan taraf hidup perekonomian rakyatnya , mencegah tindakan pidana dan perdata baik dikalangan para pembantunya juga rakyatnya ,

memberantas tempat – tempat pelacuran dan perjudian dan yang lainnya  yang bisa menghancurkan  martabat bangsa 

agar bangsa ini bisa sejajar kehormatannya dengan bangsa – bangsa lain .

Allah sungguh tidak akan menghancurkan suatu negeri bila para penduduknya berbuat baik dan saleh.

“ Wa maa kaa na rabbuka liyuhlikal quraa bidzulmin 
wa ahluhaa mushlihuuna “  

Yang artinya  adalah  ,

“  Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim , 
sedang  penduduknya  orang- orang yang  berbuat  kebaikan “  

QS Huud [ 11 ]  :  117 .

Wahai saudaraku  bila Allah menghendaki seseorang menjadi pemimpin , walau dihalangi dengan berbagai macam cara  apakah cara halal atauipun haram. Tetap saja dia jadi pemimpin.

Bila dia sudah jadi pemimpin berarti Allah swt sudah menilai bahwa dirinya sanggup untuk memimpin.

Dengan jadinya dia sebagai pemimpin, maka itu juga ujian buat dirinya , sanggupkah melaksanakan kepemimpinannya sesuai dengan amanah Allah swt.

Karena rakyat itu hanya sebagai media saja , yang menentukan jadi atau tidaknya adalah tetap Allah swt . 

Ujian itu bukan hanya pemimpinnya saja akan tetapi juga rakyatnya tetap diuji oleh Allah swt.

Bila cara menjadi pemimpin itu dilakukan dengan cara – cara yang tidak baik, walau Allah meridoinya tetap saja dalam pelaksanaan kepemimpinannya akan berjalan kurang baik . 

Apalagi  saat dia memimpin itu ada fihak yang mengendalikannya , jadi bukan asli pola pikirnya sendiri yang murni, maka hasilnya akan kurang baik .

Pemimpin yang baik dan benar itu adalah mereka yang sadar akan amanat yang diembanya bahwa semua itu adalah amanat Allah swt yang tidak boleh disalah gunakan untuk kepentingan pribadi atau golongannya saja.

Termasuk menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga , semuanya itu akan ada pertanggung jawaban di hadapan Allah. Apalagi pemimin sebuah wilayah atau negara, maka tanggung jawabnya akan lebih besar lagi.

Pertanggung jawaban tersebut bukan hanya di mata yang dipimpinnya, tertutama sekalai pertanggung jawaban di hadapan Allah kelak.

Silahkan saja anggap uraian ini hanya dianggap dogengan belaka tapi cepat atau lambat, suka atau tidak suka semuanya akan bisa merasakan akbiat perbuatannya.

Semoga ini bermanfaat untuk kita semua. In shaa Allah. Aaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Sabtu, 15 September 2018

267 . MARILAH KITA PERBAIKI AKHLAK KITA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Allah swt berfirman yaiyu 

“ Wa ammaa man khaafa maqaama rabbihii wanahan nafsa a’nil hawaa fainnal jannata hiyal ma’waa “ 

Yang artinya , 

“ Adapun orang – orang yang takut kepada Tuhannya , da bisa menahan diri dari hawa nafsu , maka sesungguhnya surga sebagai tempat kembalinya “  

Janganlah kita takut kepada siapapun dan terkadap apapun tapi takutlah hanya kepada Allah semata .

Kendalikanlah hawa nafsu kita agar janga sampai terjerumus kepada perbuatan syaitan yang terkutuk . 

Karena kita semua akan kembali kepada Allah swt dan akan mempertanggung jawabkan segala sesuatunya . 

Rasulullah saw bersabda , 

“  Sesungguhnya syaitan itu mempunyai ajakan kepada anak Adam dan juga malaikatpun mempunyai ajakan yang sama. " .

Adapun ajakan syaitan yaitu supaya mengulangi keburukan dan mendustakan kebenaran . 

Sedangkan ajakan malaikat yaitu supaya mengulangi kebaikan dan membenarkan kebenaran .

Maka Barangsiapa mendapatkan yang ini , ketahuilah bahwasanya itu adalah dari Allah , maka hendaklah dia memuji kepada-Nya .

Dan barangsiapa mendapatkan yang lain , maka hendaknya dia berlindung ( kepada-Nya )  dari syaitan yang terkutuk. 

Wahai saudaraku di dalam tubuh kita ini ternyata ada dua makhluk Allah yaitu syaitan dan malaikat keduanya saling mempengaruhi, berperang tiada henti.

Bila yang menang adalah syaitan maka akan muncul ucap sikap dan prilaku yang buruk , 

dan bila kita tahu hal ini maka segeralah memohon perlindungan Allah dari hal tersebut .

Sebaliknya bila malaikat yang menang maka sikap yang muncul adalah yang baik maka segeralah laksanakan jangan ditunda-tunda. Karena hal tersebut merupakan hidayah Allah .

Peganglah hidayah tersebut kuta – kuat jangan sampai lepas, karena kalau sudah lepas dari tangan kita makan akan sulit lagi untuk mendapatkannya kembali . 

Itulah sebagai cerminan akhlak yang baik . Syaitan itu akan terus meggoda manusia siang dan malam tanpa henti selafi manusia masih belum tertidur .

 Rasulullah saw bersabda, 

“ Syaitan itu (  biasa mengikat rambut ubun – ubun seorang diantara kalian yang sedang tidur dengan tiga ikatan .
Kemudian apabila dia bangun lalu menyebut nama Allah , maka lepaslah ikatan yang satu .Kemudian bila dia berwudhu , maka lepaslah ikatan yang kedua.
Lalu dia melakukan shalat maka lepaslah ikatan yang ketiga . Maka dia akan mejadi giat dan bersemangat dan jika tidak ( dia tetap tidur ) maka syaitan itu akan kencing di telinganya “ 

Al Hadist  

Tujuan syaitan mengikat dengan tiga ikatan tersebut tidak lain agar tetap tidur nyenyak sehingga tidak bangun untuk mengerjakan kewajiban shalat. 

Akan tetapi bagi orang-orang yang telah beriman maka akan tetap mendapatkan pertolongan dari Allah, 

akan tetapi bangun seperti biasanya hingga lepaslah semua ikatan tersebut sehingga dapat melaksanakan kegiatan ibadah rutinnya . 

Semoga saja uraian ini bermanfaat buat kita semuanya ….  Aaaaammin

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

266 . CARA MENGHADAPI PENDERITAAN HIDUP.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bila kita diberi sehat menerima dengan senang hati , maka saat diberi sakit pun sikapnya harus sama . Artinya di dalam menjalani kehidupan itu tidak terlena , tetap selalu waspada .  

Jadi saat kita sehat  maka bersiap – siaplah suatu saat kita akan jatuh sakit  .

Bila kita selamanya sehat terus , maka yang timbul adalah kesombongan , karena sudah menjadi robot . Robot saja bila dipakai terus pasti ada rusaknya kok.

Bila saat ini sedang naik daun atau naik jabatannya , maka bersiap siaplah suatu saat kita akan diturunkan jabatannya .

Bila jabatannya gak penah turun maka pasti sifatnya Fir;aun pasti akan menimpanya . Siapa lawan , hanya aku yang mampu .

Bila kita selalu kumpul bersama keluarga , maka suatu saat pasti kita akan berpisah . 

Bila hidup selamanya maka dunia akan penuh sesak dengan manusia . Tahun 1970 an penduduk Indonesia sudah 75 juta , sekarang tahun 2017 meningkat menjadi 200 juta lebih .

Ya kalau masing – masing penduduknya berpotensi besar, maka akan menghasilkan sumber kekuatan yang luar biasa.  Tapi bila sebagian besar penduduknya malas , maka akan terjadi bencana besar .

Itulah kodrat alam , tak bisa diingkari , semuanya selalu datang silih berganti , ada yang mati maka pasti aka nada yang lahir .  Ada yang senang pasti ada yang susah . Ada pejabat pasti ada rakyat .

Mari kita simak firman Allah di dalam QS Al Baqarah [ 2 ] :  155  -  156  yaitu

“ Wa lanab luwan nakum bi syai in minal khaufi  wal juu ‘ i  “  

Yang artinya  

“  Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengansedikit ketakutan , kelaparan  “

“  wa naqshin minal amwaali wal an fusi wats tsamaraati  “   

Yang artinya  

“ kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan “

“ wa baasy syirish shaabiriin  “  

Yang artinya  

“ Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar  “

“ Al ladziina  adhaa bathum mushiibatun  “  

Yang artinya  

“ (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, “

“  Qaalu innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun  “    

Yang artinya  

“  mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun  ".

“”  Ulaaa ika shalawaatun min rabbihim wa rahmah  “   

Yang artinya  

“  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka  “ 

“  Wa ulaaa ika humul muhtaduun  “   

Yang artinya  

“ dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk  “ .

Melalui ayat – ayat ini Allah memberitahukan sekaligus memperingatkan kita semua  yaitu

1.     Kita dilarang mengeluh apalagi sampai putus asa dari rahmat  Allah  ;

2.     Allah swt akan menguji man mencoba kita semua untuk mengetahui  sampai dimana keimanan dan ketakwaan kita  ;

3.     Ujian dan cobaan itu bukanlah siksaan , akan tetapi cara Allah mendidik kita agar kita menjadi lebih kuat dan lebih dewasa lagi  ;

4.     Ujian dan cobaan Allah itu tidak akan melebihi batas kemampuan kita masing – masing  ;

5.     Bagi yang lulus ujian dan cobaan Allah maka termasuk orang yang sabar , yang gagal berarti masih belum bisa sabar  ;

6.     Bagai yang beriman bila ujian dan cobaan dating selalu mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun . Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sabar  ;

7.     Artinya berserah diri secara total kepada Allah swt , apapun yang diberikan , rela dan ikhlas menerimanya , karena yang menyelesaikannya juga tetap Allah , hanya melalui tangan kita.

8.     Bila hal inisudah kita lakukan artinya kita telah pendapatkan hidayah dari Allah swt . Alhamdulillah .

Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup. Aaaaamiin.

Semoga ini bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Jumat, 14 September 2018

265 . SABAR TERHADAP APA YANG TIDAK DISUKAI.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kesabaran menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.  Kesabaran tingkat ini terbagi dalam dua macam:

Hal-hal yang tidak diinginkannya itu langsung datang dari Allah tanpa perantara lagi,
seperti sakit,hilangnya harta benda dan kematian keluarga.

Seperti halnya kesabaran-kesabaran diatas, kesabaran tingkat ini pun dapat di peroleh
melalui lahir-batin seseorang.

Melalui batinnya, seseorang harus meninggalkan kebiasaan mengeluh atas penderitaan yang dideritanya.

Sedangkan melalui lahirnya,  ia tidak boleh mengadu kepada sesama makhluk Allah SWT  dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syara’  

ketika menghadapi musibah, seperti menyobek-nyobek pakaian,  menjerit-jerit dan menangis meraung-raung.

Kesabaran tingkat akan membangkitkan kesadaran,  bahwa tindakan-tindakan negatif itu hanya akan melukai diri sendiri,  menghilangkan pahala kesabaran dan  bahkan akan mendatangkan siksaan.

Selain itu,mengadu kepada makhluk-Nya yang tidak memberikan manfaat dan tidak dapat menahan musibah adalah kebodohan.

Karena hal itu menampakkan ketidakbutuhan terhadap Allah yang di tangan-Nya terletak kendali segala persoalan.

Sabarmenghadapi musibah akan mendatangkan pahala dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang lebih layak bagi hamba-hamba-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah:155-157:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَ نَقْصٍ مِنَ اْلاَمْوَالِ وَاْلاَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ . الَّذِيْنَ اِذَا اَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا اِنَّاللهِ وَ اِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ . اُلاَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَ رَحْمَةٌ وَاُولاَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ


“Demi sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan , kelaparan dan kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar:(yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah,mereka berkata:  ’Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un.  Mereka itulah yang mendapat rahmat dari tuhan mereka dan  mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Inshaa Allaah . Aaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...