Sabtu, 15 September 2018

266 . CARA MENGHADAPI PENDERITAAN HIDUP.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bila kita diberi sehat menerima dengan senang hati , maka saat diberi sakit pun sikapnya harus sama . Artinya di dalam menjalani kehidupan itu tidak terlena , tetap selalu waspada .  

Jadi saat kita sehat  maka bersiap – siaplah suatu saat kita akan jatuh sakit  .

Bila kita selamanya sehat terus , maka yang timbul adalah kesombongan , karena sudah menjadi robot . Robot saja bila dipakai terus pasti ada rusaknya kok.

Bila saat ini sedang naik daun atau naik jabatannya , maka bersiap siaplah suatu saat kita akan diturunkan jabatannya .

Bila jabatannya gak penah turun maka pasti sifatnya Fir;aun pasti akan menimpanya . Siapa lawan , hanya aku yang mampu .

Bila kita selalu kumpul bersama keluarga , maka suatu saat pasti kita akan berpisah . 

Bila hidup selamanya maka dunia akan penuh sesak dengan manusia . Tahun 1970 an penduduk Indonesia sudah 75 juta , sekarang tahun 2017 meningkat menjadi 200 juta lebih .

Ya kalau masing – masing penduduknya berpotensi besar, maka akan menghasilkan sumber kekuatan yang luar biasa.  Tapi bila sebagian besar penduduknya malas , maka akan terjadi bencana besar .

Itulah kodrat alam , tak bisa diingkari , semuanya selalu datang silih berganti , ada yang mati maka pasti aka nada yang lahir .  Ada yang senang pasti ada yang susah . Ada pejabat pasti ada rakyat .

Mari kita simak firman Allah di dalam QS Al Baqarah [ 2 ] :  155  -  156  yaitu

“ Wa lanab luwan nakum bi syai in minal khaufi  wal juu ‘ i    

Yang artinya  

  Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengansedikit ketakutan , kelaparan 

  wa naqshin minal amwaali wal an fusi wats tsamaraati     

Yang artinya  

kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan “

“ wa baasy syirish shaabiriin    

Yang artinya  

“ Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar 

“ Al ladziina  adhaa bathum mushiibatun    

Yang artinya  

“ (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, “

  Qaalu innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun      

Yang artinya  

“  mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun  ".

“”  Ulaaa ika shalawaatun min rabbihim wa rahmah     

Yang artinya  

“  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka  “ 

  Wa ulaaa ika humul muhtaduun     

Yang artinya  

“ dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk  “ .

Melalui ayat – ayat ini Allah memberitahukan sekaligus memperingatkan kita semua  yaitu

1.     Kita dilarang mengeluh apalagi sampai putus asa dari rahmat  Allah  ;

2.     Allah swt akan menguji man mencoba kita semua untuk mengetahui  sampai dimana keimanan dan ketakwaan kita  ;

3.     Ujian dan cobaan itu bukanlah siksaan , akan tetapi cara Allah mendidik kita agar kita menjadi lebih kuat dan lebih dewasa lagi  ;

4.     Ujian dan cobaan Allah itu tidak akan melebihi batas kemampuan kita masing – masing  ;

5.     Bagi yang lulus ujian dan cobaan Allah maka termasuk orang yang sabar , yang gagal berarti masih belum bisa sabar  ;

6.     Bagai yang beriman bila ujian dan cobaan dating selalu mengucapkan Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun . Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sabar  ;

7.     Artinya berserah diri secara total kepada Allah swt , apapun yang diberikan , rela dan ikhlas menerimanya , karena yang menyelesaikannya juga tetap Allah , hanya melalui tangan kita.

8.     Bila hal inisudah kita lakukan artinya kita telah pendapatkan hidayah dari Allah swt . Alhamdulillah .

Semoga uraian singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup. Aaaaamiin.

Semoga ini bermanfaat.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...