Jumat, 15 Maret 2019

448 . FISIK SEHAT MAKA JIWA SEHAT

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku jikalau kita ingin memiliki fisik yang baik dan prima, maka asupan-asupan makanan dan minuman pun mestilah yang baik dan halal. Ingin sehat, maka asupan makanan dan minuman pun mestilah yang sehat dan menyehatkan.

Tidak ada sesuatu apapun yang Allah ciptakan secara sia-sia. Demikianlah Allah Swt. menciptakan lebah dan madu, dengan berbagai hikmah dan pelajaran di baliknya. 
 
Senantiasa menyikapi kenyataan hidup ini secara positif, dengan pikiran-pikira positif, sehingga bisa menularkan hal-hal yang positif dan penuh manfaat pula kepada orang-orang di sekitar dan lingkungan kita.

Rosululloh Saw. bersabda, 

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” 

(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Menjadi pribadi yang positif adalah ajaran nabi Muhammad Saw. sebagaimana sabdanya tersebut di atas. 

Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi semangat kita semua. 

Seperti lebah yang mengumpulkan madu tadi, mereka bergerak secara berkelompok, betapa indahnya jikalau kita bisa berpikir dan bersikap positif apalagi dalam suasana hidup secara berjamaah, tentu ini akan jauh lebih banyak melahirkan berkah bagi kita dan lebih banyak orang. 

Indah sekali jikalau hal ini kita terapkan dalam kehidupan keluarga kita, lingkungan masyarakat kita, hingga dalam kehidupan bernegara.

Sungguh tidak ada sesuatu sekecil apapun yang Allah ciptakan secara sia-sia. Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa .

Semoga kita tergolong orang-orang yang terampil mengambil hikmah dan senantiasa berpikir serta bersikap potisif. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Kamis, 14 Maret 2019

447 . BELAJAR DARI SIKAP ORANG LAIN

 Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku janganlah menanggap bahwa semua kejadian di alam semesta ini terjadi begitu saja, tanpa ada yang mengaturnya.

Apa yang terlihat oleh kita , apa yang erengar oeh kita dan apa yang bisa dirasakan oleh kita semuanya adalah pembelajaran untuk kita semuanya .

Bila kita tidak ada reaksi dengan apa yang kita andang, yang kita dengar dan yang kita rasakan hati hati, ini adalah merupakan tanda matinya hati .

Alah swt menjadikan kita hidupsengsara dan menderita itu bukan berarti Allah sedang menyiksa kita tapi sedang mendidik jiwa kita agar menjadi kuat .

Dan Allah juga sedang mendidik kita agar kita memiliki keyakinan yang kuat dalam diri kita dan keyakinan kepada Allah semata.

Semua itu sesungguhnya adalah perbuatan Allah swt.  Semua itu atas gerak irodat Allah swt. Jangan merasa bahwa semua itu adalah hasil kerja sendiri.

Allah  Swt. berfirman  yaitu  ,


“ Fa’tabiruu yaa ulil abshoori “


Yang artinya adalah  ,


Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. 


(QS. Al-Hasyr [59]: 2)

Saudaraku, setiap kesempatan berbuat baik janganlah disia siakan, karena ladang amal yang terlihat itu semuanya hadir atas izin Allah  Swt. 

Bila ada kebaikan dan memang itu adakan kebaikan , kemudian kita masih berdiam diri saja artinya kita beum dapat hidayah dari Allah swt .

Allah  swt yang mempertemukan kita dengan berbagai kesempatan amal kebaikan.
Maka wujud rasa syukur kita adalah dengan mengambil kesempatan itu dengan antusias.

Kita perlu terus-menerus menafakuri kejadian apapun yang terlihat dan terasa serta terdengar kerena semua terjadi dengan ijin Allah  dan pasti tak ada yang kebetulan serta sia sia. 

Semua ada hikmah dan pelajaran berharga bagi yang mau menafakurinya.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Rabu, 13 Maret 2019

446 . INILAH TAUBATNYA KEKASIH ALLAH

Assaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

BILA ada air mata yang paling penuh berkah, ia adalah air mata yang mengiringi hati yang basah menyesali dosa-dosa. 

Bila ada kata yang paling indah, ia adalah rintihan istighfar, memohon ampunan dari Allah.
 
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat." 
(at-Tahrim [66]: 8)

Betapa baginda Rasul (kekasih Allah) masih mendesahkan pujian dan permohonan ampun kepada-Nya. Diriwayatkan di dalam Muslim bahwa Rasulullah bersabda,

"Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dan beristighfarlah (memohon ampun) kepada-Nya, sesungguhnya aku beristighfar setiap hari seratus kali.” (HR Muslim, 1404)

Tidakkah hati kita merunduk, merenda rasa malu dalam jiwa. Berapa kalikah kita dalam sehari beristighfar  ? 

Sedangkan Rasulullah -- manusia pilihan langit yang akhlaknya telah menggetarkan hati para malaikat, yang syurga tidak akan dimasuki siapa pun kecuali Rasulullah terlebih dahulu -- masih beristighfar seratus kali dalam sehari.

Wahai hamba Allah, hari ini, bahkan detik ini, berlarilah mengejar cahaya surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

Berprasangkalah yang baik kepada Allah, karena Allah akan berbuat sebagaimana prasangkamu kepada-Nya. Yakinlah bahwa Dia lebih cepat pengampunannya. 

Dia sangat sabar menunggumu di pintu-pintu taubat. Bahkan, sebelum nyawa tersedak di tenggorokan, sebelum kaki beku, lidah kelu Allah masih setia menjaga pintu taubat, karena kasih sayang kepada hamba-Nya.

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, 'Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.' Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedangkan mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” 
(An-Nisa [4]: 18)

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Abdullah bin Umar radhiallahuanhu berkata, ia mendengar Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba-Nya selama ruh (nyawanya) belum sampai di tenggorkannya.” (HR Tirmidzi)

Ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat. Kegembiraan Allah akan hamba-Nya yang bertaubat melebihi kegembiraan orang yang menemukan barangnya yang hilang. Anas bin Malik radhiallahuanhu berkata, Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya, melebihi dari kesenangan seseorang yang menemukan kembali untanya yang telah hilang dari padanya di hutan.” (HR Bukhari-Muslim)

“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmat-Nya pada waktu malam supaya bertaubat orang-orang yang berbuat dosa di siang hari, juga mengulurkan tangan kemurahan-Nya pada waktu siang, supaya bertaubat orang-orang yang berbuat dosa di malam hari." (HR Muslim)

Semoga ini bermanfaat untuk kita semuanya . Insya Allah .

Wassalamu'alaikum waramatullaahi wabarakaatuh .

Selasa, 12 Maret 2019

445 . BERTAWAKAL KEPADA ALLAH SWT


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku salah satu cara untuk menguatkan jiwa kita, menenangkan hati kita adalah hanya bertawakal kepada Allah swt .
 
Allah  Swt. berfirman, 

" Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullooha wal tandzur nafsun maa qoddamat lighodin , wattaqullooha , innallooha khobiirun bimaa ta'maluun "

Yang artinya  ,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah , sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 


(QS. Al Hasyr [59] : 18)

Imam Ibnu Katsir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” adalah bahwa hendaknya kita memeriksa, menilai dan mengevaluasi diri sebelum nanti dievaluasi pada pengadilan Allah Swt.

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak pernah jemu memeriksa hati kita agar senantiasa terkoneksi dengan kuat kepada Allah Swt. 

Karena tidak bisa dipungkiri bahwa manusia sangat lemah sehingga sangat mudah terkecoh oleh tipu daya syaitan yang bisa menyebabkan hati kita berpaling dari Allah dan hanya fokus pada urusan duniawi.

Duniawi ini hanya sesaat , hanya kesenangan yang banyak menipu, hanya permainan dan senda gurau .

Duniawi hanya sesaat , hanya sebentar maka manfaatkan duniawi ini dengan sebaik mungkin di sisa sisa umur kita karena bila kita telah meninggalkan duniawi [ kematian ] itu tidak akan bisa kembali lagi ke dunia .

Duniawi ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan, maka dari itu kita jangan sampai tertipu oleh dunia sampai keluakan tujuan akhir kit yakni akhirat .

Duniawi ini hanyalah permainan dan senda gurau, maka janganlah kita mau dipermainkan oleh dunia , diguraui ole duniawi. tapi mainkan duniawi kita untuk persiapan bekal kehidupan kita kelak di akhirat yang kekal selamanya.
 
Mengevaluasi diri juga penting untuk memeriksa bagaimana perbuatan kita kepada orang lain. jangan hanya pandainya mengoreksi orang lain , menyalahkan orang lain , sibuk mencari kelemahan orang lain sampai lupa diri pada tujuan hidupnya sendiri .

Boleh jadi ada perbuatan-perbuatan kita yang menyinggung atau menyakiti orang lain, baik disadari maupun tidak. 

Hal ini penting bagi kita karena perbuatan baik maupun buruk akan kembali kepada diri kita sebagai pelakunya.

Dan setiap kali ingat akan keburukan, segeralah memohon ampun kepada Allah  Swt dan mohonlah maaf kepada orang yang mungkin tersinggung oleh kita. 

Demikianlah pentingnya mengevaluasi diri agar kita senantiasa ingat kepada Allah dan senantiasa bisa memperbaiki diri.

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah yang gemar mengevaluasi diri. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Sabtu, 09 Maret 2019

444 . KEUTAMAAN SEDEKAH DAN KEIKHLASAN

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Dikisahkan Habil Alwi al Hadad saat kecil selalu mengkuti  kegiatan agama orang tuanya yaitu Habib Abdullah .
 
Bila orang tuanya bertahajud iapun ikutan shalat tahajjud.  Bla sudah waktunya bertahajud dan ayahnya belum bangun maka segera dibangunkan dan diajak melaksanakan shalat tahajjud.

Bila ayahnya harusnya berceramah di masjid , karena ia pernah dibawa ke masjid itu maka ia mengajak ayahnya pergi ke masjid untuk berceramah .

Sejak kecil hingga remaja  Habib al Hadad ini tidak pernah tinggalkan shalat tahajjud di malam hari dan di pagi harinya selalu melaksanakan shalat Dhuha .

Setelah menjadi dewasa maka dalam hal ilmu agama ia sudah matang secara alami berkat bimbingan dan arahan orang tuanya .

Pada suatu hari Habib Al Hadad kedatangan seorang tamu dan memberitahukan bahwa ia punya uang 1 M , maksudnya untuk disedekahkan  dan minta pendapat dan saran  Al Hadad . Oh itu bagus , mana uangnya serahkan ke saya biar saya yang ngatur uang tersebut  kata Habib Al Hadad .

Tapi begini Bib , nanti saya mohon diberitahukan bahwa yang ngasih sedekah itu adalah saya , supaya mereka kenal siapa saya lanjut orang itu. 

Silahkan saja uang tersebut dibawa lagi  tidak usah sedekah melalui saya lagi karena saran dan pendapat saya tidak disetujui . 

Artinya kamu bersedekah itu karena mengharakan pujian dari orang – orang agar kamu disebut sebagai seorang dermawan.  Dan orang itupun pulang .

Di  Hari berikutnya Habib Al Hadad kedatangan seorang tamu lagi sambil membawa uang 2 M . Dia ingin uangnya disedekahkan untuk membuat sebuah masjid  .

Dan yang melaksanakannya adalah Habib sendiri, terserah yang membangunnya siapa saja, tapi yang bertanggung jawab adalah Habib supaya uang itu jellas penggunaannya.
Dan bila masjid itu selesai tolong kasih nama masjid itu dengan nama saya . 

Habib Al Hadadpun menolak permintaan orang tersebut. Daripada diserahkan ke dirinya lebih baik kerjakan saja oleh sendiri . 

Karena kamu beramal itu bukan karena Allah tapi ingin dirimu menjadi terkenal . Karena tidak disetujui oleh Habib maka ia pun pulang .

Di Hari berikutnya Habib Al hadad kedatangan seorang tamu lagi dan membawa uang, kali ini uangnya 3 M . Dan memberitahukan bahwa uang itu adalah uang simpanannya selama ini dan ingin disedekahkan , adapaun caranya terserah Habib saja. 

Habib al Hadad bertanya bila uang itu aku berikan kepada fakir miskin, anak yatim bagaimana ?  Terserah Habib jawabnya .

Kalau uang itu aku manfaatkan untuk membuat masjid  bagaimana kalau masjid itu menggunakan namamu ?  Terserah habib tapi tolong jangan menggunakan namaku, sebaiknya nama yang lain saja .

Misalnya menggunakan nama istrimu atau anakmu bagaimana  ?  Wah jangan Bib,  aku takut amalku tidak akan diterima oleh Allah swt. Yang tahu akan hal ini cukup aku , Habib dan Allah saja, jangan samai orang lain tahu tentang diriku .

Kalau misalnya uang itu akumanfaatkan untuk diriku sendiri bagaimana ? Aku bilang terserah Habib mau diapakan uang itu . Karena begitu aku sudah diniatkan bersedekah, maka Allah sudah mencatatnya .

Adapun Habib mau memanfaatkannya untuk sendiri atau untuk siapapun atau untuk apapun , itu terserah Habib, karena baik buruknya Habib sendiri yang menanggung akibatnya, Bila baik akan menguntungkan Habib dan bila  disalah gunakan kan Habib sendiri yang menanggung dosanya .

Habib Al Hadad pun menerima uang itu , dan cara yang seperti inilah yang dikehendaki olehnya . Bukan karena besarnya uang tapi ketulusan niat bersedekah itu seberapa baik kualitasnya .

Karena jangankan bersedekah, apapun perbuatan baik kita kalau bisa cukup hanya diri dan Allah saja yang tahu.   

Bila kita telah berbuat baik, maka tidak usah dipikirkan , harapannya hanya satu semoga apapun yang dilakukannya itu selalu mendapatkan rahmat dan rido Allah swt .

Baiklah kalau begitu uang saya terima dan  2 tahun ang akan datang silahkan kamu datang lagi kemari untuk melihat uang kamu dimanfaatkan untuk apa oleh saya , sekalian silaturahmi . 

Baiklah Bib aku permisi , lalu ia keluar dari rumah Habib dengan sukacita .

Contoh Sayidina Utsman kekayaannya sampai sekarang masih mengalir terus karena hartanya itu dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebagai sedekah beliau .

Pernah terjadi di negeri Yaman pada saat itu sedang dilanda kekeringan. Hujan biasanya turun, tapi sudah lama tidak turun hujan. Maka mencari air untuk kebutuhan  hidup saja sangat sulit . 

Di wilayah itu ada sebuah sumur , airnya bagus , tapi milik orang Yahudi . Siapapun orangnya yang membutuhkan air bisa datang kepadanya dan harus membeli .

Karena butuh maka walaupun harus antri banyak saja yang membeli air tersebut.
Berita itu terdengar oleh sayyidina Utsman , maka ia segera kesana dan bertanya boleh tidak  sumur itu dibeli olehnya . Jelas nggak boleh olehnya , ditolaknya .

Namun karena orang Yahudi itu punya sifat licik.   Agar sumur itu masih tetap menjadi miliknya tapi dapat uang besar lagi , maka ia boleh dibeli oleh Sayidina Utsman tapi hanya selang sehari. 

Artinya sehari sumur itu milikku dan hari merikutnya menjadi milikmu .  Kalau setuju maka  uangnya harus dibayar sekarang .

Sayyidina Utsmanpun  setuju, setelah harganya disepakati, maka langsung dibayar. Setelah Sayyidina Utsman membayar  sumur itu lalu bikin pengumuman kepada orang – orang Muslim 

“ Wahai saudaraku sesama Muslim bila kalian butuh air maka silahkan kalian datang ke sumur itu  esok hari , ambil sebanyak mungkin untuk kebutuhan kalian. Karena hari  esoknya lagi sudah menjadi milik orang Yahudi itu . Sumur itu telah menjadi milikku tapi selang sehari , sehari miliknya dan sehari jadi milikku. Maka saat sumur itu jadi milikku , segeralah kalian kesana untu mengambil air sebanyak mungkin “  

Kaum Muslim di Yamanpun merasa girang bisa ambil air bebas , tidak usah membeli jadi saat sumur itu milik orang Yahudi tidak ada seorang Muslimpun yang datang . 

Dan yang ambil air itu hanya orang Yahudi sendiri. Yang heran setiap sumur itu milik Yahudi , airnya hanya sedikit. Baru juga diambil beberapa ember airnya sudah tidak ada . 

Sebaliknya pada keesokan harinya saat  sumur itu milik Sayyidina Utsman airnya sangat banyak. Diambil sampai berkali kali,  airnya bukan semakin habis tapi semakin banyak.

Lama kelamaan orang  Yahudi itu marah dan jengkel, tapi apa mau dikata , misalnya sumur mau ditutup juga tidak bisa karena sumur itu sekarang milik bersama dengan Sayydina  Utsman 

Daipada semakin menjengkelkan akhirnya sumur itu minta dibayar lagi oleh Sayyidina Utsman dan beliau langsung membayarnya kepada orang  Yahudi tersebut .

Setelah sumur itu penuh milik Sayyidina Utsman , maka  masyarakat di daerah Yaman bisa mengambil air bebas kapan saja tanpa harus membayar. Subhanallah.

Itulah salah satu sedekah yang  dilakukan oleh sayyidina Utsman . Dan sumur itu sampai sekarang masih ada di tempat tersebut sebagai kenang –kenangan Sayyidina Utsman .

Kebun kurma Sayyidina ustman itu ribuan hektar  saat akan meninggal semua harta bendanya disedekahkan kepada Negara , supaya saat meninggal itu tidak membawa harta sedikitpun , kecuali amal kebaikannya dan amal zariyahnya .

Itulah menapa saat kita berhaji selalu pulangnya diberi Al Qur’an yang ada terjemahnya . Itu salah satu sedekah dari Sayyidina Ustman . 

Atau tekadang di negri kita ini ada bantuan dari Mekkah untuk membangun sebuah masjid atau madrasah. Ini juga sedekah dari sayyidina Utsman yang dikelola oleh Negara . 

Semoga cerita ini bisa menginspirasi kita agar kita mau berbagi  rezeki , berbagi tiipan Allah dengan yang lain dengan cara bersedekah . Wallaahua’lam .

Semoga bermanfaat .

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...