Kamis, 14 Juni 2018

183 . MUSLIM YANG BAIK .

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW ; 

“Muslim yang bagaimana paling baik?” 
Rasulullah saw  bersabda;  “Ketika orang lain tidak terancam disakiti
oleh tangan dan lisannya.”


Dan Rasulullah saw bersabda;

“ Mencela seseorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.”

HR: Muslim.

Melalui Hadist ini Rasulullah saw memberitahukan kepada kita semua bagaimanakah caranya agar bisa menjadi Muslim yang baik .
Semua orang yang beragaman Islam disebut Muslim, namun tidak semua Muslim itu baik , pasti ada juga Muslim yang buruk .
Untuk menjadi Muslim yang baik maka perlu banyak hal yang harus dikerjakan sebagian di antaranya adalah .

Kita harus menjaga lisan kita agar setiap kata – kata yang keluar dari mulut kita senantiasa baik , tidak menyakiti hati orang lain .

Kita harus menjaga dan memelihara perbuatan kita agar senantiasa berbuat baik , terutama jaga sifat jujur dan rendah hati dengan sesama Muslim lainnya .

Kita harus mau membantu orang lain karena kita tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain.

Manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, maka harus mau bersosialisasi dengan
yang lain . Harus ada rasa peduli terhadap orang lain .

Bila orang lain tidak merasa tersakiti oleh lisan kita , perbuatan kita , maka mudah – mudahan kita termasuk golongan Muslim yang baik .

Bila kita mau membantu orang lain yang lemah juga anak – anak yatim , maka mudah – mudahan kita termasuk golongan Muslim yang baik .
Bila orang berada di antara mereka dan mereka merasa nyaman dengan hal tersebut , maka mudah – mudahan kita termasuk golongan Muslim yang baik .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Rabu, 13 Juni 2018

182 . SHALAT UNTUK DIRI SENDIRI BUKAN UNTUK ALLAH

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Rasulullah saw  bersabda :

فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ


"Apabila dia berdiri untuk mengerjakan shalat, 
kemudian memuji dan mengagungkan Allah 
dengan pujian yang pantas bagi Allah, 
dia mengkhusyu’kan hatinya untuk Allah, 
kecuali dia berpisah dengan kesalahannya 
sebagaimana keadaannya pada hari dilahirkan oleh ibunya."

(HR Muslim)

Karena kita akan melaksanakan shalat , dan shalat itu menghadap Allah swt , maka segala sesuatunya harus bersih dari najis .

Pelaksanaannya harus tertib dan teratur serta tartil , tidak ingin segera selesai . Anggap saja kita sedang menikmati makanan yang masakannya lezat .

Nikmatilah sahat dengan tenang seperti kita sedang meikmati makanan . Bila kita memakanan makanan yang masakannya lezat , kalu dimakannya tergesa – gesa juga tidak akan nikmat .

Sebelum shalat berwudhulah dengan baik dan benar , jangan asal berwudhu saja tanpa memperhatikan syarat dan rukum wudhunya , yang menyebabkan cacat wudhu .

Bila berwudhunya saja sudah cacat , maka pelaksanaan shalatnyapun akan cacat , alias kurang sempurna .  

Maaf jangan menggunakan pakaian hasil dari hal yang buruk , misanya dusta ., karena menyebabkan tetolaknya amal shalat kita .

Usahakan perut pun  jangan dimasuki dengan makanan yang haram . Ini bisa membuat sulitnya terkabulnya do’a kita oleh Allah swt .

Bila shalat kita sudah sesuai dengan kehendak Allah dan RasulNya , maka isi daripada Hadist Rasulullah saw ini bisa dijamin kebenarannya .

Jadi bukan Hadistnya yang kurang meyakinkan , namun dari diri kitalah yang masih banyak melakukan dosa dan kesalahan .

Itulah mengapa setiap manusia diwajibkan melaksanakan shalat . Tujuannya agar dirinya dibersihkan lahir bathin melalui shalat dari waktu ke waktu .

Lahirnya dibersihkan dengan air wudhu sedangkan batinnya dibersihkan dengan bacaan - bacaan shalat .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

181 . SHALAT SEBAGAI PEMBERISH DOSA – DOSA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasulullah saw bersabda  :

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا


“Apa pendapat kalian, seandainya ada sungai 
di depan pintu salah seorang dari kalian, 
dia mandi disungai itu lima kali sehari; 
apakah ada kotoran/daki yang tersisa?” 
Mereka menjawab,”Tidak akan ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” 
Nabi berkata, ”Demikianlah permisalan shalat lima waktu. 
Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dengan sebab shalat.”

(HR Muslim)

Melalui Hadist ini Rasulullah memberitahukan kepada kita semua bahwa salah satu kelebihan melaksanakan shalat wajib [ lima waktu ] itu adalah sebagai pembersih dosa dan kesalahan .

Mengapa sampai dijelaskan seperti itu ? Agar kita semua melaksanakan dari mulau berwudhu , tempat shalat , pakaian shalat , sampai pelaksanaan shalat jangan asal – asalan saja .

Masih banyak shalat itu seperi ingin segera selesai , sehingga ada bagian thuma’ninah yang ditinggalkan , yaitu pada waktu I’tidal , berdiri setelah I’tidal , sujud, duduk antara dua sujud . 

Semua itu harus diawali dengan thuma’ninah . Bila tidak maka salahnya tidak syah , karena Thuma’ninah itu merupakan rukun dariada shalat .

Yang namanya Rukun shalat itu wajib dilaksanakan seperti niat , membaca Al Fatihah , bila tidak ada niatnya , maka shalatnya tidak sah. Dan juga bila tidak membaca Al Fatihah juga tidak sah shalatnya  .

Lalu bagaimana Allah akan menghapuskan segala dosa dan kesalahan bila berwudhunya asal – asalan saja termasuk shalatnya juga .

Jangan berkata , “ Segini saja sudah untung dapat melaksanakan shalat , tidak seperti mereka belum melaksanakan shalat sama sekali “  . Ini pernyataan yang salah .

Shalat itu urusannya pribadi . Bila shalat kita benar maka hasilnya untuk kita sendiri . Allah tidak meminta bagian sedikitpun.

Sebaliknya bila shalatnya tidak benarpun juga untuk kita sendiri 

Allah tidak akan memberitahukan bahwa itu salah , itu kurang sempurna. Karena semuanya sudah disampaikan di dalam Al Qur’an dan Hadist Rasulullah saw .

Maka bacalah dan pelajari ilmu pengetahuan tentang shalat dalam ilmu Fiqih , supaya tahu syarat dan rukun shalat itu seperti apa .

Syarat dan rukun shalat itu sangat penting sekali bagi kita , untuk mengetahui sah dan tidaknya shalat kita .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Selasa, 12 Juni 2018

180 . CINTA KARENA ALLAH


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Rasulullah saw bersabda ,

Dari Mu’adz bin Jabal ra, ia menuturkan, Aku mendengar 
Rasulullah saw bersabda, “Allah berfirman, 

‘Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” 

(HR. At-Tirmidzi; Shahih)

Melalui Hadist ini Rasulullah saw memberitahukan kepada kita bahwa Allah swt telah berfirman tentang masalah cinta .

Allah tidak mau cintanya dibagi – bagi atau berkurang sedikitpun karena dibagikan kepada selain Dia . Dia ingin cinta terhadapNya itu 100 % .

Lalu bagaimanakah bila kita akan atau memiliki pasangan ? Apakah kita dilarang mencintaiNya .

Siapapun boleh dicintai , apapun boleh dicintai akan tetapi jangan sampai cinta kita terhadap hal itu melebih cinta kita kepada Allah swt.

Artinya kita harus mengutamakan cinta Allah daripada cinta kepada selain Allah swt . 

Bila kita lebih mengutamakan cinta kepada selain Allah swt apakah itu istri, anak-anak , kerjaan , jabatan . Maka kitatelah menyalah gunakan cinta tersebut , artinya melalaikan Allah swt .

Contoh cinta kepada istri . Apapun yang diminta oleh istri bila itu sesuai dengan yang disukai oleh Allah , maka silahkan dituruti , akan tetapi jangan berlebihan . 

Sebaliknya bila keinginan istri itu berdampak buruk dalam hal agama , maka jangan dikabulkan .

Cinta kepada anak . Bila anak meminta sesuatu dan itu sesuai dengan syari’at agama , maka bila ada silahkan penuhi . 

Tapi bila akan berdampak buruk [ semakin menjauhkan dirinya kepada Allah ] baginya , maka jangan dikabulkan .

Cinta pada kerjaan . Bila kerjaan itu tidak menyimpang dari syari’at agama , maka kerjakan , namun bila akan menyimpang dari syari’at agama , maka sebaiknya jangan dikerjakan .

Cinta kepada hukum . Bila ada yang menyuap karena ingin diringankan hukumannya dan kalau bisa dibebaskan , maka ini jangan dilakukan , karena sudah menyimpang dari agama . 

Laksanakan hukum , tegakkan hukum dengan adil.  Adil akan nampak bila keputusannya itu tidak merugikan atau menguntungkan salah satu fihak .

Jadi kembali kepada masalah cinta yaitu cintailah semuanya karena Allah dan bencilah semuanya bila Allah membencinya . 

Kita harus lebih mengutamakan cinta Allah dulu daripada cinta manusia .

Dan cinta kepada Allah inilah cinta yang murni , cinta yang kekal abadi sepanjang masa.

Kita tidak mungkin melaksanakan syari’at Islam dengan baik dan benar bila kita tidak mencintai Allah dan RasulNya .

Kita tidak mungkin mencintai Al Qur’an kalau isinya banyak petunjuk yang menyesatkan .

Kita tidak mungkin melaksanakan sunnah – sunnah Rasulullah saw bila kita tidak mencintai beliau .

Kita tidak mungkin mencintai Allah , kalau kita tidak bertakwa kepada-Nya .

Bila kita mencintai Allah , maka cintailah diri kita sendiri . Bila kita mencintai diri sendiri , maka janganlah kita banyak menzalimi diri sendiri .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alsikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

179 . KEUTAMAAN SURAT AL KAHFI

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasulullah Saw bersabda , 

“ ‘An abii sa’iidin al Khudrii iannan nabiyya sallalloohu ‘alaihi wasallam qoola  :  “ Man qoro a suurotal kahfi fii yaumil jum’ati adhoo a lahu minan nuuri bainal jum’ataini “

Yang artinya

" Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra., bahwa Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

(HR. Hakim dan Baihaqi)

Dan Rasulullah saw bersabda , 


مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ



“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya diantara yang membaca dan Baitul Athiq (Ka'bah) ”.

Cahaya di dalam hasil tersebut bukan cahaya yang bersinar seperti lampu tembah , atau lampu Blith , atau lampu sorot .

Cahaya disini adalah petunjuk , bimbingan , arahan , tuntunan agar bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk . 

Mana jalan yang akan menyesatkan dan jalan yang lurus . Mana yang akan membahagiakan dan mana yang akan mencelakakan dll . 

Dan hal itu akan dilakukan melalui bisikan di hatinya agar bisa memilih mana yang baik dan yang harus dikerjakan , mana yang buruk yang harus ditinggalkan .

Ini terjadinya di dalam nurani kita , bukan di hati kita . Sebab kalau nurani itu senantiasa terjaga kebersihannya dan kesuciannya , sehingga selalu benar .

Sebaliknya kalau hati itu masih dipenuhi dengan syaitan – syaitan sombong , iri , dengki , hasud , ghibah , gunjing , ego dan sejenisnya .

Nurani senantiasa terisi oleh malaikat dan hati terisi oleh syaitan . Keduanya antara syaitan dan malaikat selalu berperang saling mempengaruhi . 

Siapa yang menang maka sikap dan prilakunya akan muncul , atau akan nampak oleh kita .

Malaikatpun membisikan kebenaran itu bukan atas kehendak sendiri , akan tetapi atas perintah Allah .

Coba perhatikan oleh kita termasuk renungilah keadaan kita sendiri . Banyak orang yang rajik beribadah namun dusta dan ghibah masih rajin dilakukan , maksiat dikerjakan .

Semua orang masih punya hati , namun tidak semua orang memiliki nurani . Sebagian besar nuraninya telah dimatikan oleh dirinya sendiri .

Terjadinya manipulasi , korupsi , kejahatan , fitnah , judi , riba , perampokan , perzinaan dan sejenisnya  , semua itu karena nurani mereka sudah mati .

Dengan membaca surat Al Kahfi ini agar kita juga membaca terjemahannya , sehingga tahu apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan , 

apa yang harus dijauhi dan apa yang harus didekati  dll , sehingga kita bisa melangkah sesuai dengan ketetantuan Allah .

Jadi bukan hanya dengan membaca Arabnya saja . Membaca Arabnya saja sudah mendapatkan pahala, apalagi kita mengkajinya , akan dapat pahala lebih banyak lagi . 

Apalagi bila kita mengamalkannya ke dalam kehidupan sehari – hari . Dan inlah yang dikehendaki oleh Allah swt .

Artinya dia selalu ingat Allah [ Baitul Athiq ] kemanapun pergi dan dimanapun dia berada 

Karena Al Qur'an itu Kitab Allah untuk pedoman hidup , tuntunan dan petunjuk hidup untuk menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

178 . MUKMIN YANG BAIK DAN BENAR .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Mengapa dikatakan baik dan benar ?  Karena baik itu belum tentu benar . Akan tetapi bila benar maka pasti baiknya .

Rasulullah saw bersabda  ,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


"Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu, karena segala urusannya sangat baik baginya dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi seseorang yang beriman. Dimana apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka demikian itu sangat baik baginya, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia bersabar maka yang demikian itu sangat baik baginya." 

(HR. Muslim)

Masih banyak orang beribadah hanya karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain agar disebut sebagai ahli ibadah , sebagai orang alim , agar mereka banyak yang percaya kepadanya . 

Inilah yang dikatakan baik tapi sesungguhnya tidak benar .

Baik bagi dirinya , baik menurut pendapatnya , baik menurut penilaiannya. Akan tetapi semua itu salah menurut  penilaian Allah swt.

Allah berbuat baik , memberikan kasih sayang kepada kita saja tidak butuh pujian seperti  itu . 

Dia hanya berharap agar apa yang diperintahkan olehNya itu bisa dilakukan dengan ikhlas .

Bila kita berbuat baik menurut Allah , maka kebaikan itu bukan untuk Allah , akan tetapi untuk kita sendiri .

Oleh sebab itu Rasulullah memberitahukan melalui Hadist ini . 

Tujuannya untuk mengingatkan kita semua , apakah kita sudah menjadi orang yang benar – benar beriman , ataukah baru belajar beriman atau belum beriman sama sekali .

Ciri orang yang beriman baik dan benar itu adalah apabila ditimpa berbagai macam kenikmatan , maka mereka bersyukur. Bagaimana cara bersyukurnya ?

Mereka memanfaatkan semua kenikmatan itu untuk menanamkan bekal untuk kehidupan akhiratnya , jadi bukan hanya untuk dunianya saja .

Sebaliknya bila ditimpa dengan berbagai macam kepahitan hidup atau musibah , maka semuanya itu disikapi dengan sabar .

Sabar bukan berarti diam di tempat , akan tetapi tetap berusaha dan dibarengi do’a . 

Dan setelah itu barulah berserah diri kepada Allah , karena merasa dirinya itu adalah orang yang tidak berdaya , 

tidak memiliki kemampuan apapun , kecuali atas pertolongan dari Allah swt .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Senin, 11 Juni 2018

177 . JADIKAN SETIAP PERISTIWA ITU SEBAGAI I’TIBAR .

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh  .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasulullah saw bersabda ,

مَنْ أُبْلِيَ بَلَاءً فَذَكَرَهُ فَقَدْ شَكَرَهُ وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ

"Barangsiapa yang diuji dengan suatu ujian lalu ia mengingatnya, berarti ia telah bersyukur. Namun jika ia menyembunyikannya berarti ia mengkufurinya." 

(HR. Abu Dawud)


Di dalam menjalani kehidupan ini tidak ada yang berjalan dengan mulus .  Selalu ada kerikil – kerikil tajam yang akan menjadi penghalang untuk menuju kesuksesan kita .

Bila kita melangkah dengan hati – hati maka kita akan selamat sampai tujuan . 

Sebaliknya bila kita melangkah dengan ceroboh , maka sudah tentu kita akan celaka.

Kerikil – kerikil itu tidak lain adalah berupa ujian berbagai macam kenikmatan , dan cobaan berupa kepahitan hidup .


Bila kita sedang menjalani berbagai macam kenikmatan , kemudian kita banyak bersyukur kepada Allah maka itu tandanya kita telah melangkah di jalan yang benar .

Sebaliknya bila kenikmatan tersebut dimanfaatkan untuk hal – hal yang tidak disukai oleh Allah , maka kita menjadi orang yang kufur .

Sebaliknya bila kita sedang diuji dengan berbagai macam kepahitan hidup apakah keadaan di rumah , di tempat kerja dan di masyarakat , 

kemudian kita tetap menerinya dengan ikhlas dan senantiasa bertawakal kepada Allah . 

Maka kita telah berada di jalan yang benar , insya Allah imbalan pahala dari Allah akan berlimpah . Dan Allah akan mengangkat derajat kita .

Akan tetapi bila kita sedang diuji kepahitan hidup , kemudian kita mengeluh , marah , jengkel , penasaran , 

bahkan mencari kesalahan pada diri orang lain karena ada yang memberitahukan kepada kita bahwa kita ini dikerjai oleh orang lain , 

maka hilanglah pahala  dan akan tergantikan dengan siksaan dan azab .

Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan kita semua agar kita senantiasa mengingat berbagai macam ujian yang telah kita alami artinya belajar dari ujian tersebut , ambil manfaatnya dan buang mudharatnya .

Akan tetapi bila kita mengabaikan semua itu artinya telah menyembunyikan semua  ujian tersebut artinya kita telah berbuat kufur .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahiw abarakaatuh .

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...