Rabu, 13 Juni 2018

181 . SHALAT SEBAGAI PEMBERISH DOSA – DOSA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasulullah saw bersabda  :

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا


“Apa pendapat kalian, seandainya ada sungai 
di depan pintu salah seorang dari kalian, 
dia mandi disungai itu lima kali sehari; 
apakah ada kotoran/daki yang tersisa?” 
Mereka menjawab,”Tidak akan ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” 
Nabi berkata, ”Demikianlah permisalan shalat lima waktu. 
Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dengan sebab shalat.”

(HR Muslim)

Melalui Hadist ini Rasulullah memberitahukan kepada kita semua bahwa salah satu kelebihan melaksanakan shalat wajib [ lima waktu ] itu adalah sebagai pembersih dosa dan kesalahan .

Mengapa sampai dijelaskan seperti itu ? Agar kita semua melaksanakan dari mulau berwudhu , tempat shalat , pakaian shalat , sampai pelaksanaan shalat jangan asal – asalan saja .

Masih banyak shalat itu seperi ingin segera selesai , sehingga ada bagian thuma’ninah yang ditinggalkan , yaitu pada waktu I’tidal , berdiri setelah I’tidal , sujud, duduk antara dua sujud . 

Semua itu harus diawali dengan thuma’ninah . Bila tidak maka salahnya tidak syah , karena Thuma’ninah itu merupakan rukun dariada shalat .

Yang namanya Rukun shalat itu wajib dilaksanakan seperti niat , membaca Al Fatihah , bila tidak ada niatnya , maka shalatnya tidak sah. Dan juga bila tidak membaca Al Fatihah juga tidak sah shalatnya  .

Lalu bagaimana Allah akan menghapuskan segala dosa dan kesalahan bila berwudhunya asal – asalan saja termasuk shalatnya juga .

Jangan berkata , “ Segini saja sudah untung dapat melaksanakan shalat , tidak seperti mereka belum melaksanakan shalat sama sekali “  . Ini pernyataan yang salah .

Shalat itu urusannya pribadi . Bila shalat kita benar maka hasilnya untuk kita sendiri . Allah tidak meminta bagian sedikitpun.

Sebaliknya bila shalatnya tidak benarpun juga untuk kita sendiri 

Allah tidak akan memberitahukan bahwa itu salah , itu kurang sempurna. Karena semuanya sudah disampaikan di dalam Al Qur’an dan Hadist Rasulullah saw .

Maka bacalah dan pelajari ilmu pengetahuan tentang shalat dalam ilmu Fiqih , supaya tahu syarat dan rukun shalat itu seperti apa .

Syarat dan rukun shalat itu sangat penting sekali bagi kita , untuk mengetahui sah dan tidaknya shalat kita .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...