Selasa, 12 Februari 2019

412 . KELAHIRAH FAIMAH AZ ZAHRA .

Saat Rasulullah saw di Mi’raj kan dari Masjidil Aqsho ke sidhratul Muntaha beliau melihat anak sapi yang ada dalam kandungan minta keluar maksudnya apa . 

Jibril menjawab bahwa itu gambaran manusia bila sudah berkata maka kata – katanya tidak bisa ditarik kembali . 

Jadi bila berbicara maka berhati – hatilah, pikir seribu kali, bila sudah pikir lagi seratus kali, bila sudah pikir lagi sepuluh kali . Maksudnya adalah berhati hatilah saat mengeluarkan kata – kata dari mulut. 

Di surga Rasulullah saw mencium bau wangi.   Bau wangi ini berasa dari mana ? 

Jibril menjawab bahwa itu adalah istrinya Fir’aun. Rasulullah saw mencium bau wangi lagi. 

Jibril menjawab bahwa itu adalah Uais Al Qaroni yang sangat mencintai ibunya . 

Kemudian Rasulllah saw bertemu dengan seorang wanita hitam manis , dia itu siapa ?  
Jibril menjawab bahwa ia adalah calon istri Umar bin Khatab.   

Lalu Rasulullah melihat pohon Sajaroh Tuhan . Jibril menjawab bahwa ini adalah pohon Tuhan . 

Dan Jibril mengajak beliau untuk mendekatinya . Semakin didekati cahayanya semakin indah, karena didekati lah orang yang ditunggu tunggu , beliau diminta memakan buahnya. 

Setelah dimakan dipesan habis ini beliau diurunkan ke bumi dan temui istrimu. Dan buah itu akan menjadi spermamu [ airmanimu ] dan segera berhubungan dengan istrimu . 

Nggak lama dari itu Siti Khadijah hamil. Saat hamil aneh sekali Khadijah sering ngobrol sendirian, ternyata ia sedang mengobrol dengan bayinya . 

Menjelang lahiran seluruh pintu rumah diketuk oleh Rasulullah saw dan meminta tolong karena istrinya akan melahirkan. 

Namun sayang tak ada seorangpun yang mau menolong beliau . Sungguh saat tu Khadijah mulai merasakan sakit. 

Saat detik detik kelahiran Fatimah Rasulullah saw sangat sedih sekali. Di malam itu tiba2 Khadijah kedatangan empat orang yang sangat bercahaya dan memberikan salam . 
Lalu masing masing memperkenalkan bahwa ia adalah Sarah, Maryam, Umi Kulsum  dan Siti Asiyah  . Mereka memberitahukan bahwa mereka diutus oleh Allah untuk mengajari bagaimana cara mengurus melahirkan dan cara merawat bayi. 

Lalu lahirlah Fatimah , Rasulullah saw pun segera masuk dan mencium tubuh Fatimah dan wanginya berbau surga . Untuk itu bila Rasulullah saw rindu surga dan rindu Allah maka mengunjungi Fatimah lalu menciuminya  . 

Ibadah Fatimah itu utuh karena ia tidak pernah haid. Saat Fatimah berusia 5 tahun Khadijah meninggal dunia . 

Semakin besar Fatimah semakin cantik, salah satunya adalah Abu Bakar dan ada lagi yang sangat mencintai Fatimah namun dipendam saja di hati yaitu Sayyidina Ali . 

Saking cintanya kepada Fatimah Ali menabung untuk melamar Fatimah . Tapi Ali kaget karena Fatimah akan dilamar oleh Abu akar. Kenapa begitu ? 

Karena Abu Bakar tanya kepada Ali bagaimana pendapat Ali bila ia melamar Fatimah kita – kira pantas nggak . 

Sejenak Ali bigung untuk menjawab hatinya terasa hancur tapi mulutnya berbicara lain itu baik dan sangat cocok dengan kamu kata Ali .   

Ketika Abu Bakar datang melamar Fatimah , Rasulullah saw menjawab bahwa beliau tidak bisa memutuskan menunggu turunnya ayat dari Allah dulu dan juga Fatimah . 

Fatimahpun juga menolak menikah dengan Abu Bakar .  Kemudian Umar datang ke Ali bertanya bagaimana bia ia melamar Fatimah . 

Ali pun menjawabnya sama seperti kepada Abu Bakar. Maka Umar pun dijawab oleh Rasulullah saw sama seperti menjawab Abu Bakar, Fatimahnya juga menolak . 

Utsmanpun sama melamar Fatimah dan dijawabnya sama seperti dua sahabat sebelumnya . Lalu Umar datang ke Ali dan berkata aku ditolak maka hanya kamu yang ditunggu oleh Rasulullah saw . 

Malemnya Ali shalat dulu dan memohon petunjuk Allah swt .  Rasulullah saw langsung bertanya kepada Ali apakah kamu juga akan melamar Fatimah . 

Rasulullah saw lalu mendatangi Fatimah dan diutarakan maksud Ali datang ke rumahnya.  Fatimahpun mengangguk sambil tersenyum . 

Begitu Fatimah menerima lalu Rasulullah saw bertanya bila kamu melamar Fatimah apa yang akan kamu berikan untuk Fatimah. 

Ali memberitahukan bahwa ia punya tabungan sedikit . Dan atas  saran dari Rasulullah saw untuk menambah biaya lamaran maka Ali menggadaikan pedang dan baju perangnya kepada Utsman. Kemudian menikahlah Ali dengan Fatimah . 

Di dalam perjalanan rumah tangganya Fatimah tidak pernah membantah apapun yang diperintah oleh suaminya.   

Pada saat terjadi peperanganpun Fatimah ikut bererang bersam saminya . Fatimah juga sering ikut berperang tapi bukan memukul musuh, ia mambantu para Anshar yang terluka. 

Di dalam rumahnya Fatimah tidak memiki seorang pembantupun semua pekerjaannya dikerjakan sendiri  . 

Lama kelamaan mengurus rumah tangganya hanya sendirian akhirnya tenaganya capek , mengeluh  tapi mau bicara pada suaminya tidak berani . 

Fatimah sambil bekerja sambil menangis . Pada saat itu Rasulullah saw bersilaturahmi ke Fatimah, maka Hasan dan Husein memberitahukan bahwa ibunya menangis. 

Lalu ia mendekati Fatimah dan bertanya kenapa kamu menangis. Saya menangis bukan karena ada apa – apa tapi karena pekerjaan rumah yang banyak dan berat . Semuanya dikerjakan sendiri  jawab  Fatimah  

Akirnya Rasulullah saw faham maksud Fatimah . Lalu Rasulullah saw berdiri dan mengajak ke Fatimah ke tempat penggilingan gandum dan menggiling segenggam gandum. 

Lalu bicara ‘’ hai batu berputarlah untuk menggiling gandum itu ‘’ . Batupun berputar atas kehendak Allah swt . Sekarang Fatimah kamu ambil segenggam gandum dan gilinglah . Berat sekali Ya Rasul . 

Rasulullah saw menjawab bacalah bismillah lalu lanjutkan ya ayyuhal ladziina aamanuu , kuu  anfusakum wa ahlikum naaron …………sidaad . Setelah mengikuti bacaan Rasulullah saw sekarang merasa ringan saat menggilng gandum 

“ Fatimah “ lanjut Rasulullah “ gandum yang kamu giling yang lembutnya itu adalah dosa dosamu yang telah dirontokkan oleh Allah dari hatimu  .

Asalkan saat akan menggiling gandum itu jangan lupa niatkan untuk membantu suami beribadah kepada Allah mengikuti tuntunan RasulNya . 

Semakin banyak gandum yang kamu giling maka akan semakin banyak dosa yang dibersihkan dari hatimu. Paham maksud ayah ? “ Tanya Rasulullah saw   

“ Ya Ayah terima kasih atas nasehatnya “ Dan yang lebih aneh lagi batu giling itu bisa berbicara atas kehendak Allah “ Ya Rasul aku rela melakukan ini bila untukmu, untuk anakmu . Karena kebanyakan manusia itu menyakitiku, memukulku, memahatku dll “ kata batu . 

“ Wahai batu giling kamu tidak usah bersedih anakku juga tidak mau dibantu olehmu jadi biarlah ia bekerja sesuai dengan kehendaknya. Tapi kelak di akhirat Allah akan membangunkan rumah di surga untuk anakku dan salah satu bahan bangunan itu adalah dirimu , maka bersabarlah kamu di dunia ini. Rasa sakitmu di dunia ini akan digantikan oleh Allah kelak dengan kenikmatan di akhirat  " 

Betapa gembiranya mendengar ucapan Rasulullah saw itu sampai batu giling itu menangis lagi saking gembiranya .
 Itulah kisah derita Khadijah yang akan melahirkan prutrinya yang bernama Fatimah dan cinta Fatimah yang murni terhadap Sayyidina Ali . 

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran darinya. Wallaahua’lam .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...