Kamis, 27 September 2018

274 . MENGENAL SEBAGIAN AKHLAK RASULULLAH SAW.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dari Abu Abdullah Al Jalady , dia berkata , 

“ Aku pernahbertanya kepada Aisyah , 
“ Bagaimana akhlak Rasulullah saw di tengah keluarganya ? “ 
Aisyah menjawab , 
“Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya , 
tidak pernah berkata kotor dan keji , 
tidak pernah berteriak – teriak di pasar , 
tidak membalas keburukan dengan keburukan , 
tetapi beliau memaafkan dan berlapang dada “ .

HR Tirmidzy dan Ahmad .

Seandainya  kita semua bisa mencontoh akhlak Rasulullah saw . Beliau adalah suri tauladan umat manusia di dunia, 

Akhlak beliau adalah akhlak yang sempurna .

Saat berada dalam keluarganya  beliau tetap bersikan sopan dan santun terhadap anak – anaknya dan begitu pula kepada istrinya .

Beliau tidak pernah memerintahkan itu dan ini kepada anak – anaknya, namun beliau mengerjakan sesuatu yang sekiranya dilihat oleh anaknya .

Begitu orang tuanya mengerjakan itu , anaknya tidak diminta langsung menghampirinya dan membantunya. Subhanallah .

Sekarang bagaimanakah di keluarga kita ? Apakah seperti itu ? Bila iya waouw alangkah berbahagianya keluarga anda .

Rasulullah saw bila di rumah tidak banyak bicara , dan bila bicara seperlunya saja . kata – kata yang keluar dari mulutnya selalu bersih , penuh dengan kasih sayang,

 sehingga yang mendengarnya juga tidak merasa diperintah, ditegur, atau tersakiti.

Beliau tidak pernah keluar dari lisannya bahasa binatang. Maaf misalnya  berkata “ Susah sekali kau diaturnya dasar monyet “ . 

Coba renung sejenak dengan kalimat tersebut .

Kalau bicara ke anaknya seperti itu, anaknya dikatakan monyet , lalu orang tuanya apa ? Karena tidak mungkin Orang tuanya manusia kemudian anaknya menjadi monyet .

Hati – hati dengan kata – kata , kartena hal itu bisa menjadi do’a , apalagi bila hal tersebut keluar dari lisan seorang ibu .

Bila lisannya itu dikabulkan oleh Allah bukan berarti anaknya berubah menjadi monyet , akan tetapi akhlaknya persis seperti monyet .

Lihat saja monyet kalau melihat makanan . Kalau yang punya lengah , maka disambarnya makanan tersebut, kemudian dibawa lari.

Monyet bila dikasih makanan langsung masuk ke mulutnya, gap pernah apakah makanan itu beracun atau tidak. Monyet itu ceroboh.

Bila dikasih lagi , mulut masih penuh makanan, maka akan dipegang pake tagan kanannya, bila dikasih lagi, maka akan dipegang lagi dengan tangan kirinya, bila dikasih lagi maka akan dipegangan dengan kakinya , begitulas seterusnya.

Monyet itu tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Dia selalu minta berlebih , bahkan kalau bisa dunia seiisinya itu menjadi miliknya semua . Mudah2an anda tidak berprilaku seperti itu .

Bila Rasulullah memerlukan anak – anak dan istrinya tidak pernah berteriak – teriak, kaya meneriaki malang , Beliau memanggilnya dengan lembut.

Bila Rasulullah disakiti oleh orang lain, beliau tidak pernah marah-marah kepadanya . Beliau bahkan mendoakan agar yang sedang marah itu dilindungi dari perbuatan syaitan .

Bilau tidak marah mungkin karena kebodohannya , atau sudah tahu kalau orang marah itu hatinya sedang dikuaisai oleh syaitan, maka bila dilayani dengan marah lagi artinya sama beliaupun akan berprilaku kaya syaitan.

Itulah mengapa kalau ada orang lain yang memarahi dan mengina beliau, lalu beliau tidak melayaninya, 

namun cukup hanya berdiam diri, tidak keluar sepatah katapun, namun dalam hatinya mendoakan dia agar segera sadar dari perbuatan syaitannya . Subhanallah.

Sekarang bagaimanakah saat kita dihina , dilecehkan difitnah oleh orang lain ? Apakah kita sudah mampu bersikap seperti Rasulullah ?

Semoga saja uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Aaaaamiin.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...