Minggu, 22 Oktober 2017

BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH SECARA TOTAL

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku apakah kita akan hidup selamanya di dunia ?  

Tidak  .  Di dunia hanya sementara .

Lalu kemanakah tujuan hidup kita yang sebenarnya ?  

Akhirat . Karena di akhiratlah kita akan kekal .

Lalu apa yang harus dipersiapkan oleh kita untuk bekal di akhirat ? 

Amal saleh yang diridoi Allah .

Lalu apa yang kita cari di dunia ini ? 

Mencari bekal amal saleh yang diridoi oleh Allah swt .

Jadi apakah sebenarnya yang diharapkan dari Allah selama ini , apakah surgaNya  atau menolak nerakaNya ? 

Rido Allah swt. Surga dan neraka itu adalah milikNya .

Kenapa yang dicari bukan surga Allah ?  

Bila Allah tidak rido kepada kita untuk masuk kesurgaNya, maka kita akan masuk neraka . 

Tapi bila Dia rido maka kita bisa masuk ke dalamnya .

Wahai saudaraku  keberadaan kita di dunia ini hanya melaksanakan amanahnya yakni hanya menyembah Allah swt dengan cara menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya .

Artinya bila kita telah wafat , maka semua yang dikerjakan oleh kita di dunia harus dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya .

Untuk itu serahkanlah hidup dan mati kita kepadaNya .  

Maka lakukanlah , kerjakanlah semamu kita hanya untuk Allah dan karena Allah. Lain dari itu tidak ada.

Allah swt berfirman di dalam QS Al An’am [ 6 ]  :  162  -  163  yaitu

“ Qul “  Yang artinya  “ Katakanlah  (  Muhammad  )  “

“  inna shalaati wanusukii wamhyaaya wa mamaatii  “   Yang artinya  “ sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku  “

“  lillaahi  rabbil ‘aalamiin  “   Yang artinya  “ hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam  “ .
“ Laa syariika lahu “  Yang artinya  “ Tiada sekutu bagi-Nya;  “

“ wa bidzaa lika umirtu  “  yang artinya  “ dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku “

“  wa ana awwalul muslimiin  “   yang artinya  “ dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) ".

Wahai saudaraku ayat – ayat ini selalu kit abaca di setiap kita melaksanakan shalat yaitu pada do’a iftitah .

Ayat – ayat ini merupakan pernyataan sekaligus perjanjian kita  terhadap Allah swt  bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah , ibadah kita ( semua perbuatan )  juga untuk Allah swt

Siapakah Allah itu ? Dia-lah yang menciptakan , mengatur , menentukan segala sesuatu seisi alam semesta ini .

Jadi bila kita ibadah supaya diberi tambahan rezeki, dagang laris, nai pangkat / jabatan , dihormati dan disegani oleh orang lain dsb berarti masih focus pada urusan dunia, bukan pada Allah .

Padahal apa yang diminta semuanya sudah lengkap pada bacaan do’a duduk di antara dua sujud. Hanya karena artinya gak tahu , sehingga berdoa lagi macam – macam .

Sebaiknya bila berdo’a mintalah sesuai dengan kebutuhan kita. Bila minta segalanya dilebihkan, apakah kita bisa mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah swt .

Oleh karena itu semua amal perbuatan yang kita kerjakan semuanya hanya untuk Allah maka ini  merupakan pancaran cahaya iman .

Sehingga dari situlah terbentuknya akhlakul karimah dan tingkah laku perbuatan yang terpuji atau amal saleh.

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya . Insya Allah . Aaaaamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...