Jumat, 13 Oktober 2017

JIWA PEMIMPIN DI DALAM KELUARGA

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim .


Image result for keluarga bahagia


Wahai saudaraku tidak bosan2nya kami menghimbau kepada anda semua khususnya  untuk kami sendiri agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt .

Ingat takwa itu merupakan benteng  untuk mejauhi perbuatan yang dilarang dan dimurkai oleh Allah swt.

Selain dari itu kitapun hendaknya banyak mengucap rasa syukur kepada Allah atas segala nikmatNya terutama nikmat taufik , hidayah, maunah serta inayahNya , khususnya adalah nikmat Iman dan Islam

Wahai saudaraku marilah kita senantiasa bersolawat atas junjungan kita nabiyullah Muhammad saw sebagai penghormatan kita kepada beliau .Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Allah swt dan juga para malaikatNya .

Wahai saudaraku  sudah kita ketahui bersamabahwa di dalam keluarga itu pasti ada pimpinan tertinggi yaitu suami  .

Kedudukan suami  sebagai pemimpin keluarga sama seperti kedudukan seorang pemimpin dalam masyarakat .

Untuk itu sebagai seorang lelaki sebelum menjadi suami sebaiknya banyak membaca buku2 tentang keluarga, atapi bisa bertanya kepada mereka yang sudah berkeluarga .

Sehingga pada saat menikah, maka sudah tahu tugas suami itu seperti apa . Bukan hanya mencari uang untuk menafkahi keluarga , tapi mencakup seluruh kehidupan keluarga .

Bicara memang mudah seorang lelaki itu harus bisa menjadi suami yang soleh  dsan istripun harus bisa menjadi istri solehah . 

Apakah mereka sudah mengetahui apa arti kata soleh dan solehah itu.
Soleh dan solehah itu bukan hanya faham tentang agama saja, namun banyak macamnya yang isinya mencakup tentangkehidupan .

Seorang suami harus bisa menjadi cermin , suri tauladan di dalam keluarga . Bila tidak bisa memberikan contoh di dalam keluarga maka jangan salahkan bila akhlak anak-anaknya berantakan .

Seorang suami harus bisa bersikap adil dalam keluarga. Bila bersikap pilih kasih, senangnya hanya pada yang disukai, maka akan terjadi kecemburuan di dalam keluarga .

Seorang suami harus mampu mencari penghasilan sebanyak-banyaknya, demi menafhaki keluarga. 

Kalau hanya baru bisa menafkahi diri sendiri saja, maka sebaiknya tahan dulu, jangan nikah dulu.

Karena bila menikah kemudian kurang mencukupi nafkah istrinya maka sama saja zalim kepada istri .
Dengan penghasilan cukup , maka diharapkan bisa menghasilkan keluarga yang sejahtera , tenang dan damai .

Arti nya dapat melaksanakan amanah Allah swt dengan sebaik mungkin . Bukan hanya menafkahi saja termasuk juga memperhatikan pendidikan anak – anaknya , membina akhlaknya  dsb.

Seorang istri juga sebagai pemimpin dalam rumah tangga suaminya . Untuk itu wajib mengatur kehidupan dan berusaha membahagiakan keluarga  agar tercipta ketenangan dan ketentraman .

Seorang istri juga merangkap sebagai mentri keuangan karena harus pandai mengaturpenghasilan yang diberikan oleh suaminya , bukan hanya untuk bersenang – senang saja .

Usahakan di dalam rumah tangga hindari penyakit berhutang . Hutang itu nampaknya sepele tapi sebenarnya  akan membikin seret dalam hal mencari rezeki.

Kalau bisa astir harus mampu membuat tabungan sendiri , menyisihkan sebagian harta yang diberikan suami . Sehingga pada saat darurat tabungan itu bisa dimanfaatkan .

Seorang istri juga merangkan sebagai mentri kesehatan, karena harus memahami keluarganya  bila ada yang sakit maka harus segera ambil tindakan apakah doibati sendiri atau dibawa ke dokter.

Seorang istri juga harus bisa memahami tentang ilmu kesehatan terutama dalah hal gizi , bagaimana menyajikan makanan yang cukup sederhana tapi memenuhi kesehatan gizi.

Seorang istri juga harus ahli memasak , apa jadinya bila istri tidak bisa memasak, sampai bikin minuman kopi  saja gak bisa, kan lucu . Jangan bisanya hanya masak indomie saja, lainnya gak bisa.

Seorang istri juga harus bisa mencuci, jangan sampai gak mau mencuci karena tangannya  takut rusak. Kalau seperti itu maka gak usah punya suami lagi .

Seorang istri juga perhatiannya harus tajam terhadap keluarganya. Karena bisa jadi suami atau anak berprilaku aneh tidak seperti biasanya , maka segeralah Tanya ada masalah apa. Dan istri harus mencoba membantu sebatas kemampuan diri, jangan cuek saja, marah saja .

Itu baru sebagian yang disampaikan, sebenarnya masih banyak lagi . Untuk itu alangkah baiknya anda membaca buku2 tentang kehidupan berumah tangga .

Bisa jadi karena suami dan istri kerja, anak – anak sekolah, maka di rumah kosong, maka bagi yang mampu bisa mengambil pembantu  rumah tangga.

Pembantu rumah tangga bertanggung jawab tentang harta majikannya . Untuk itu banyak pembantu itu diambilnya dari kampong sendiri, syukur bila mau mengambil dari family yang kurang mampu.

Tujuannya agar tidak ragu – ragu lagi saat suami – istri tidak di rumah , seiisi rumah sudah dipercayakan kepada pembantunya . Itulah engapa pembantu rumah tangga juga punya peranan penting .

Kalau bisa usahakan untuk pembantu majikan menyisihkan sebagian dananya untuk ditabung tanpa memberitahu yang bersangkutan , demi masa depannya.

Bila dia pulang kampong ambilkan deh dari tabungan itu untuk diberikan ke orang tuanya dan aksih ongkos jalannya .

Perbuatan  seperti ini sangkaan prmbantu itu majikannya saying banget pada dirinya karena setiap pulang pergi dikasih ongkos, dan juga member untuk orang tuanya, padahal itu adalah hasil kerjanya sendiri.

Begitu pembantu menikah, maka serahkan seluruh uang tabungannya kepadanya sebagai hadiah pernikahannya, maka dia akan bertambah senang , karena sudah dianggap keluarga .

Sudahkah anda melakukan seperti ini ?  Jadi jangan hanya diambil pas butuhnya saja, dan inilah yang diminta oleh Allah swt .

Sekarang anak –anak juga punya tanggung jawab . Apa tanggung jawab anak ? Disamping tanggung jawab untuk masa depannya, juga tanggung jawab terhadap harta benda orang tuanya .

Jangan sampai orang tua cari uang, tapi yang jadi anak-anaknya boros dalam hal penggunaan keuangan. Karena kehidupannya ingin sama denga temen temannya yang lebih kaya . Anak yang model gini yang membuat cfelaka dalam keluarga .

Anak juga harus berhemat dalam memanfaatkan uang saku dari orang tuanya. Jangan sampai diberi berapapun setiap hari selalu dihabiskan.

Sungguh biaya pendidikan anak juga besar. Semakin tinggi pendidikan anak semakin besar pula biayanya. Belum lagi anak ingin punya HP bagus, motor bagus, karena ingin sama dengan teman yang lainnya.

Anak yang macam ini yang tidak ngukur diri, tidak saying terhadap orang tuanya, yang ada hanya bikin pusing , jengkel, susah orang tuanya .

Yang lebih parah lagi bila kemauannya tidak dituruti lalu akan mengambil tindakan yang menjadikan orang tua tambah susah. Inilah penyakit anak yang tak tahu diri.

Dan disinilah peran orang tua untuk membina akhlaknya dan agamanya . Jangan hanya dijejali materi saja.

Kesimpulan baik buruknya keadaan rumah tangga itu terletak kepada baik buruknya akhlak kedua orang tuanya , bukan diukur dengan kekayaannya .

Semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup. Aaaaamiin.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
Wallaahu a’lam bish shawab

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...