Selasa, 03 Oktober 2017

KEIMANAN MENURUT RASULULLAH SAW

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.





Wahai saudaraku tingkatkanlah ketakwaan kita kepada Allah swt. Takwa merupakan salah satu amal yg bisa menyelamatkan kehidupan seseorang dunia akhirat. 

Dengan takwa seseorang bisa menjadi giat mengerjakan segala perintah Allah . Dengan takwa pula seseorang akan mampu menghindari larangan Allah .

Wahai saudaraku banyak2lah bersyukur kepada Allah swt atas segala nikmatNya yg telah diterimanya. 

Rahmat dan nikmatNya hanya akan Allah berikan kepada orang2 yang banyak bersyukur kepadaNya.  Taufik dan hidayah Allah hanya akan dilimpahkan kepada orang2 yang pandai bersyukur .

Wahai saudaraku marilah kita senantiasa bersolawat atas junjungan kita nabiyullah Muhammad sawsebagai penghormatan kita kepada beliau .  Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Allah besarta para malaikat-Nya

Abu Umamah ra berkata  , “ Seorang laki – laki bertanya , “ Ya Rasulullah saw , apakah iman itu “ Rasulullah swt menjawab , “ Kalau kebaikanmu itu membuat senang dan kalau kejelekanmu itu membuatmu susah maka engkau seorang mukmin “ HR Ahmad dan Tabrani .

Wahai saudaraku masih banyak orang yang keliru mengukur keimanan diri pribadi . Keimanan hanya dipahami sebatas ritual semata . 

Artinya  yang dikatakan ibadah itu bila mengikuti kegiatan di Masjid, mushala, tajug, surau , mendengarkan pengajian , marhabanan, tahlilan dsb, itulah ibadah. Selain dari yang disebutkan itu dianggapnya bukan ibadah . Ini salah besar.

Menyampaikan kebenaran di warung kopi, di café, di pasar , di kantor , di sawah dst itu dianggapnya bukan ibadah , hanya sebatas obrolan biasa .  

Inilah pendapat yang SALAH BESAR , makanya perlu diluruskan.

Wahai saudaraku kita semua sebagai hamba Allah itu merupakan makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial .  

Sebagai makhluk individu terjalinnya hubungan antara diri dengan Allah swt . Dan sebagai  makhluk sosial adalah terciptanya  hubungan antara sesama manusia .

Sekarang coba renungkan oleh kita semua  bagaimana lisan kita , sikap kita, prilaku kita sebagai makhluk social , apakah ini diperhatikan oleh kita ?

Janganlah kita hanya fokus bekerja, cari uang saja  ! Bersilaturahmi , saling berbagi , menolong orang yang susah , menyantuni anak-anak yatim juga itu sebagai prilaku sosial .

Sekarang marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah kita merasa senang ketika kita mengerjakan kebaikan ?  

Dan juga apakah kita merasa sedih dan kecewa serta takut saat kita mengerjakan keburukan, kezaliman ?

Bila semuanya dijawab IYA  , maka Insya Allah kita semua termasuk golongan orang – orang mukmin . Termasuk orang – orang yang disukai oleh Allah swt dan RasulNya .

Sebaliknya bila kita merasa nikmat berbuat maksiat , kita senang saat bicara dusta , kita nikmat memfitnah orang lain, kita gembira menzalimi orang lain dsb,  berarti kita bukan termasuk umatnya Nabi Muhammad saw .

Oleh karena itu saudaraku , mari kita mulai dari sejak saat ini untuk merubah sikap dan prilaku kita yang sekiranya akan menjerumuskan kita kepada akhlak yang buruk, segera tinggalkan. 

Dan gantikan dengan sikap sopan , santun, berkahlak yang baik , dermawan  atau tidak kikir dsb .
Semoga uraian yang singkat ini bisa membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup, yang tentunya atas seizing dan rido Allah swt . Aaaaamiin 

Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...