Kamis, 03 Mei 2018

103 . CINTA RASUL MAKA CINTA PERBUATANNYA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Sebagai orang Islam pasti kita hraus mengucapkan dua kalimat syahadat yakni syahat Tauhid dan syahadat Rasul .

Syahadat Tauhid berbunyi , “ Asyhadu an laa ilaaha illallaah “ Yang atinya Aku bersaksi bahwa tdak ada Tuhan [ yang berhak disembah ] kecuali hanya Allah .

Maksudnya adalah selama kita hidup kita hanya menyembah Allah, bersandar kepada Allah , memohon perlindungan kepada Allah , memohon pertolongan hanya kepada Allah dst.

Kita dilarang mempersekutukan Allah dengan apapun ataupun kepada siapapun .  Bila kita masih percaya kepada kekuatan selain Allah, masih bergantung kepada selain Allah , maka persaksian atau perjanjian kita gugur . Dan Allah akan berlepas tangan [ cuci tangan ] , tidak perduli lagi terhadapnya . Semua amalnya , doanya, usahanya ditolak oleh Allah swt .

Kemudian syahadat Rasul yang berbunyi , “ Wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah “ Yang artinya “ Aku bersaksi bahwa Muhammad itu tusan Allah “

Diutus apa oleh Allah ?  Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia , memperingatkan manusia bagi mereka yang masih belum mau tunduk, taat dan patuh kepada Allah swt . 

Dan memberikan berita gembira kepada manusia yang mau mengikuti apa yang diucapkan [ disabdakan ] oleh beliau . 

Maka lakukanlah sabda – sabda beliau melalui hadist – hadist beliau sesuai dengan kesanggupan kita masing – masing .

Bila tidak mau melaksanakannya maka ucapan syahadat Rasulnya menjadi gugur atau kurang sempurna.

Dan setiap amalan yang dijalankan oleh beliau adalah untuk kebaikan manusia, bukan untuk diri beliau dan juga bukan untuk Allah swt.

حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ مِسْعَرٍ – تِرْمِذِىٌّ – حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ لَيْثٍ عَنْ أَبِى الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ ). قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ لَيْثِ بْنِ أَبِى سُلَيْمٍ مِثْلَ هَذَا. وَرَوَاهُ مُغِيرَةُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِى الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- نَحْوَ هَذَا. وَرَوَى زُهَيْرٌ قَالَ قُلْتُ لأَبِى الزُّبَيْرِ سَمِعْتَ مِنْ جَابِرٍ فَذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ. فَقَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ إِنَّمَا أَخْبَرَنِيهِ صَفْوَانُ أَوِ ابْنُ صَفْوَانَ وَكَأَنَّ زُهَيْرًا أَنْكَرَ أَنْ يَكُونَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَبِى الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ.

Telah menceritakan kepada kami Huraim bin Mis’ar At Tirmidzi telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Iyadh dari Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir bahwa:

Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidur hingga beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (surat Al Mulk).”

Hadist ini menjelaskan  bahwa setiap malam sebelum tidur Nabi saw selalu membaca QS As Sajdah atau QS Al Mu’min atau bisa juga disebut QS Ghafir yaitu surat 40 . berjumlah 85 ayat .  Sedangkan QS Al Mulk adalah surat 67 berjumlah 30 ayat .

Bila kita niat mengamalkannya maka lakukan , niatkan membaca dua surat ini karena Allah dengan mengikuti tuntunan RasulNya .

Kita tidak usah memikirkan imbalannya apa . Bila kita masih mengharapkan akan mendapatkan imbalan apa, maka kita masih belum yakin dengan firman Allah di dalam QS Al Zalzalah [ 99 ] ayat 8 dan 9 yang artinya siapapun yang berbuat kebaikan ataupun keburukan , maka Allah akan membalas sesuatu dengan amalnya [ niatnya ] masing – masing .

Semoga ini bermanfaat

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...