Senin, 07 Mei 2018

107 . KEWAJIBAN MANUSIA 5 KALI MENGHADAP ALLAH .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ اَنَسِ بْنَ مَالِكٍ رض قَالَ: فُرِضَتْ عَلَى النَّبِيّ ص الصَّلَوَاتُ لَيْلَةَ اُسْرِيَ بِهِ خَمْسِيْنَ، ثُمَّ نُقِصَتْ حَتَّى جُعِلَتْ خَمْسًا. ثُمَّ نُوْدِيَ: يَا مُحَمَّدُ اِنَّهُ لاَ يُبَدَّلُ اْلقَوْلُ لَدَيَّ وَ اِنَّ لَكَ بِهذِهِ اْلخَمْسِ خَمْسِيْنَ. احمد و النسائى و الترمذى و صححه، فى نيل الاوط

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : 

Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti (diubah) ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”.

[HR. Ahmad, Nasai dan Tirmidzi. Dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 334]

Mengapa Allah untuk menurunkan perintah shalat  Nabi Muhammad saw haris di Isra’ dan Mi’rajkan ?

Untuk menunjukkan bahwa shalat itu adalah sebagai amalan yang utama dan paling utama .

Shalat itu harus dilakukan lahir dan bathin . Lahirnya dengan melaksanakan gerak dengan tertib dan teratur. Bathinnya selalu kontak dengan Allah  swt .

Kebanyakan manusia shalatnya baru gerak lahir , sedangkan bathinnya entah melayang kemana , alam pikirannya masih memikirkan masalah duniawi , padahal saat itu sedang menghadap Allah swt.

Shalatnya manusia kebanyakan belum bisa khusyu’ . Khusyu’ disini bukan berarti fokus pada saat shalat saja akan tetapi setelah selesai shalat itun harus mewujudkannya dengan ketakwaan terhadap Allah swt.

Kenapa terjadi demikian ? Karena kebanyakan manusia tidak memahami arti bacaan shalat itu sejak Takbiratul Ikhram sampai diakhiri dengan Salam .

Hal itu nampak dalam sikap dan perbuatannya, shalat dikerjakan , dusta, ghibah, sombong juga dikerjakan .

Shalat dikerjakan , korupsi , manipulasi dilakukan , suap , penyalah gunaan wewenang, atau amanat , penyalah gunaan keuangan , maksiat juga rajin dikerjakan .

Itulah mengapa Allah befirman “ Ash sholaata atnha ‘anil fahsyaa I wal munkar “  Yang artinya “ Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar “

Jadi bila kekejian dan kemunkaran masih juga dilakukan artinya masih belum melaksanakan shalat menurut penilaian Allah. Walaupu menurut dirinya shalat sudah dikerjakan .

Untuk melaksanakan lima kali sehari semalam saja sudah nampak repot sekali, karena masih bolong – bolong . Terutama shalat Ashar  dan Isya , terutama sekali adalah shalat Subuh .

Bagaimana bila shalat itu harus dikerjakan lima puluh kali sehari semalam. Dan Allah memberitahukan bahwa 

yang melaksanakan shalat sekali sama dengan nilainya sepuluh kali. Artinya balasan dari Allah dilipatkan sepuluh kali lipat.  

Bagaimana bila balasannya hanya sekali , kayanya tidak ada yang mau shalat  ?

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...