Rabu, 16 Mei 2018

123 . MUKMIN YANG BAIK DAN BENAR .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Mengapa dikatakan baik dan benar ?  Karena baik itu belum tentu benar . Akan tetapi bila benar maka pasti baiknya .

Rasulullah saw bersabda  ,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


"Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu, karena segala urusannya sangat baik baginya dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi seseorang yang beriman. 
Dimana apabila mendapatkan kesenangan ia bersyukur maka demikian itu sangat baik baginya, dan apabila ia tertimpa kesusahan ia bersabar maka yang demikian itu sangat baik baginya." 

(HR. Muslim)

Masih banyak orang beribadah hanya karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain agar disebut sebagai ahli ibadah , sebagai orang alim , agar mereka banyak yang percaya kepadanya . 

Inilah yang dikatakan baik tapi sesungguhnya tidak benar .  Baik bagi dirinya , baik menurut pendapatnya , baik menurut penilaiannya. Akan tetapi semua itu salah menurut  penilaian Allah swt.

Allah berbuat baik , memberikan kasih sayang kepada kita saja tidak butuh pujian seperti  itu . 

Dia hanya berharap agar apa yang diperintahkan olehNya itu bisa dilakukan dengan ikhlas .

Bila kita berbuat baik menurut Allah , maka kebaikan itu bukan untuk Allah , akan tetapi untuk kita sendiri .

Oleh sebab itu Rasulullah memberitahukan melalui Hadist ini . Tujuannya untuk mengingatkan kita semua , 

apakah kita sudah menjadi orang yang benar – benar beriman , ataukah baru belajar beriman atau belum beriman sama sekali .

Ciri orang yang beriman baik dan benar itu adalah apabila ditimpa berbagai macam kenikmatan , maka mereka bersyukur. Bagaimana cara bersyukurnya ?

Mereka memanfaatkan semua kenikmatan itu untuk menanamkan bekal untuk kehidupan akhiratnya , jadi bukan hanya untuk dunianya saja .

Sebaliknya bila ditimpa dengan berbagai macam kepahitan hidup atau musibah , maka semuanya itu disikapi dengan sabar .

Sabar bukan berarti diam di tempat , akan tetapi tetap berusaha dan dibarengi do’a . 

Dan setelah itu barulah berserah diri kepada Allah , karena merasa dirinya itu adalah orang yang tidak berdaya , tidak memiliki kemampuan apapun , kecuali atas pertolongan dari Allah swt .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...