Rabu, 09 Mei 2018

111 . JALANI PERINTAH ALLAH , BUKAN MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Rasul SAW bersabda dalam hadistnya,

عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيّ قَالَ: بَعَثَ عَلِيٌّ وَ هُوَ بِاْليَمَنِ اِلَى النَّبِيّ ص بِذُهَيْبَةٍ فَقَسَّمَهَا بَيْنَ اَرْبَعَةٍ. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِتَّقِ اللهَ. فَقَالَ: وَيْلَكَ اَوَلَسْتُ اَحَقَّ اَهْلِ اْلاَرْضِ اَنْ يَتَّقِيَ اللهَ! ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ. فَقَالَ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلاَ اَضْرِبُ عُنُقَهُ؟ فَقَالَ: لاَ، لَعَلَّهُ اَنْ يَكُوْنَ يُصَلّى. فَقَالَ خَالِدٌ: وَ كَمْ مِنْ مُصَلّ يَقُوْلُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِى قَلْبِهِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنّى لَمْ اُوْمَرْ اَنْ اُنَقّبَ عَنْ قُلُوْبِ النَّاسِ وَ لاَ اَشُقَّ بُطُوْنَهُمْ. مختصر من حديث احمد و البخارى و مسلم، فى نيل الاوطار

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata : Ali yang waktu itu berada di Yaman, pernah mengirim sekeping emas pada Nabi SAW. 
Lalu Nabi SAW membagikannya kepada empat orang. Kemudian ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, takutlah kepada Allah (karena menganggap Nabi SAW tidak adil dalam pembagian itu). 
Lalu Nabi SAW menjawab, “Celaka kamu, bukankah aku orang yang paling baik diantara penduduk bumi ini yang bertaqwa kepada Allah ?”. Kemudian laki-laki itu berpaling. 
Lalu Khalid bin Walid bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah aku penggal lehernya ?”. Nabi SAW menjawab, “Jangan, barangkali dia melakukan shalat”. Khalid berkata, “Berapa banyak orang yang shalat yang hanya menyatakan dengan lisannya saja, tetapi tidak demikian di dalam hatinya”. 
Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk menyelidiki hati-hati manusia, dan tidak pula untuk membelah perut-perut mereka”.

[Diringkas dari suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 338]

Melalui Hadist ini Rasulullah saw memberitahukan bahwa apa yang dilakukannya itu semuanya atas perintah Allah swt, walaupun harus taruhannya nyawa .

Yang intinya perbuatan Rasulullah saw berarti perbuatan Allah , apa yang diperintahkan oleh Rasul saw berarti merupakan perintah Allah. Dan apa yang dilarang oleh Rasul saw berarti dilarang oleh Allah .

Untuk itu siapapun yang protes terhadap Rasul saw berarti sama saja protes kepada Allah . Karena adilnya Rasul sama seperti adilnya Allah .

Rasulullah saw dilarang mencari , mengoreksi , membicarakan keslahan atau keburukan orang lain . Beliau hanya diperintah untuk menyampaikan hal-hal yang baik , dan mengingatkan hal – hal yang buruk.

Yang baik akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah swt , dan yang buruk akan mendapatkan balasan dari Allah swt .

Bila ada umatnya yang berbuat salah , maka beliau dilarang menghukumnya kecuali bila itu sudah menjadi perintah Allah swt.

Apalagi orang yang berbuat keburukan itu masih melaksanakan shalat , artinya shalatnya masih belum benar , maka kewajiban Rasul hanya mengingatkan agar memperbaiki shalatnya .

Siapa tahu setelah shalatnya diperbaiki , dan Allah swt memberikan hidayah kepadanya , maka 

dia yang awalnya buruk menjadi baik , yang awalnya kikir menjadi dermawan , yang awalnya kejam berubah enjadi penuh kasih sayang .

Semoga ini bermanfaat .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

461 . BAGI YANG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG.

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya ...